Ilustrasi petani bekerja di sawah. Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Ilustrasi petani bekerja di sawah. Foto: Antara/Prasetia Fauzani

Ombudsman: Masalah Agraria Masih Jadi Problem Sistemik

Nasional ombudsman reforma agraria
Surya Perkasa • 05 Maret 2020 19:37
Jakarta: Masalah agraria menjadi sektor yang paling banyak dilaporkan ke Ombudsman RI. Tata kelola dan pelayanan publik sektor pertanahan ini dianggap masalah yang sulit diselesaikan.
 
"Pertanahan masih jadi problem yang sistemik," kata Anggota Ombudsman RI Dadan Suparjo Suharmawijaya di Kompleks Media Group, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 5 Maret 2020.
 
Dadan mengatakan penyelesaian konflik agraria menjadi salah satu hal yang umum dilaporkan ke Ombudsman. Putusan peradilan terkait konflik agraria menjadi tonggak dasar pelaporan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan kasus konflik yang terjadi antara dua pihak hingga ke pengadilan tertinggi. Saat eksekusi setelah putusan inkrah, terungkap ada pihak ketiga yang tidak tahu sengketa ini ternyata memiliki hak atas tanah yang diputus pengadilan.
 
"Pengadilan hanya memutuskan berdasarkan apa yang terungkap di dalam sidang," kata Dadan.
 
Pembentukan pengadilan agraria menjadi salah satu solusi yang bisa diterapkan. Dengan begitu, masalah penyelesaian sengketa tanah bisa lebih fokus dan tertata.
 
Ombudsman: Masalah Agraria Masih Jadi Problem Sistemik
Anggota Ombudsman RI Dadan Suparjo Suharmawijaya (tengah) saat kunjungan ke Kompleks Media Group, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 5 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Surya Perkasa
 
Persoalan malaadministrasi agraria juga banyak ditemukan selama 2019. Mulai dari hilangnya warkat tanah di kantor agraria hingga pelayanan yang tak maksimal dalam pengurusan surat tanah.
 
Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty menyebut agraria jadi sektor yang paling banyak dilaporkan di 2019. Berdasarkan catatan Ombudsman RI, ada 865 aduan dari total 7.903 laporan yang masuk adalah persoalahan agraria.
 
"Memang dua tiga tahun ini sektor pertanahan yang paling tinggi dilaporkan ke Ombudsman," kata Lely.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif