Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto. Dok. BNPB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto. Dok. BNPB

Kalau Scuba dan Buff Bisa Gantikan Masker, Sekalian Saja Pakai Kertas

Nasional masker Virus Korona kemenkes
Anggi Tondi Martaon • 16 September 2020 17:49
Jakarta: Sejumlah pengelola fasilitas publik, seperti kereta rel listrik (KRL), melarang penggunaan penutup mulut jenis scuba dan buff. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun tak menyarankan warga memakai scuba dan buff sebagai pengganti masker.
 
Kedua pelindung mulut dan hidung itu memiliki perbedaan dengan masker, terutama fungsi perlindungan dari virus korona (covid-19). Penutup mulut scuba dan buff tidak bisa mencegah droplet yang mengandung bakteri dan virus.
 
"Kalau menutup hidung pakai kertas bisa kan. Tapi yang diminta apa? Masker," tegas Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Masker Scuba dan Buff Diminta Tak Digunakan di KRL
 
Warga Indonesia semakin ramai menggunakan penutup mulut jenis scuba dan buff sebagai pengganti masker. Pasar penutup mulut yang dinilai lebih trendi dan fashionable ini pun dimanfaatkan banyak pengusaha. Penjual scuba makin menjamur.
 
Kalau <i>Scuba</i> dan <i>Buff</i> Bisa Gantikan Masker, Sekalian Saja Pakai Kertas
Ilustrasi penutup mulut berbahan scuba. Medcom.id/Surya Perkasa
 
Yurianto menyebut peran masker tak bisa digantikan. Mantan juru bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu mengajak warga tetap memakai masker berbahan kain yang tebal.
 
"Scuba itu masker bukan? Buff itu masker bukan? Lah bukan," tegas dia.
 
Dia mendukung langkah berbagai pihak melarang penggunaan kedua jenis penutup mulut itu untuk menggantikan masker. Salah satunya PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) melarang penumpang menggunakan scuba dan buff.
 
"Jadi please, masker. Masker, titik. Jangan ditawar-tawar lagi," ujar dia.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif