Penembakan di Trans Papua

Panglima TNI Nyatakan Pembangunan Jembatan di Nduga Dilanjutkan

Antara 06 Desember 2018 13:31 WIB
Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Panglima TNI Nyatakan Pembangunan Jembatan di Nduga Dilanjutkan
Lokasi pembangunan Jembatan Kali Yigi di jalur Trans Papua, yang menjadi lokasi penembakan pada Minggu, 2 Desember 2018, sumber foto Kemen PUPR
Timika: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pembangunan jembatan di Kali Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, kembali dilanjutkan pekan depan. Penembakan yang terjadi pada awal Desember 2018 itu tak akan mengganggu rencana pemerintah Indonesia membangun konektivitas di Tanah Papua.

Hadi mengatakan pembangunan jembatan akan kembali berjalan. Hadi akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPT) untuk melanjutkan pembangunan.

"Insyaallah dilakukan kurang lebih sepekan ke depan pembangunan jembatan dilaksanakan kembali," kata Hadi dalam konferensi pers di Hanggar Helikopter Bandara Mozes Kilangan Timika, Papua, Kamis, 6 Desember 2018.


Hanggar milik PT Freeport Indonesia itu menjadi posko utama evakuasi korban penembakan. Evakuasi dilakukan pada korban yang meninggal maupun selamat dari peristiwa penembakan.

Hadi mengatakan membentuk tim keamanan bersama TNI-Polri untuk mempercepat proses pembangunan jembatan. 

Menurut Hadi, tim menemukan 16 jenazah korban penembakan di Kali Yigi. Sebagian korban dievakuasi ke Timika dengan helikopter milik TNI Angkatan Darat. Diduga, mereka merupakan pekerja PT Istaka Karya yang tengah mengerjakan jembatan saat penembakan terjadi.

Sedangkan delapan korban lain yang masih selamat dibawa ke Wamena. Lalu mereka diterbangkan ke Timika.

Kesaksian dari seorang korban selamat, Jimy Aritonang, kelompok kriminal bersenjata (KKB) menggiring 25 pekerja dari kamp ke Gunung Kabo. Tangan mereka diikat dan berjalan kaki menuju Gunung Kabo.

Kelompok bersenjata itu diperkirakan terdiri dari 50 orang. Mereka menyandang senjata api dan tradisional. Setibanya di Gunung Kabo, kelompok itu melepaskan tembakan ke para pekerja.

"Dari 25 orang yang dilaporkan oleh Saudara Jimy Aritonang itu, 14 orang langsung meninggal di tempat. Sebelas orang berpura-pura meninggal dan kemudian berusaha menyelamatkan diri," kata Hadi.

Saat hendak kabur, KKB mengejar mereka. Tiga pekerja tertangkap. KKB langsung mengeksekusi mereka. Dua pekerja lain juga mendapat perlakuan serupa.

Empat pekerja berhasil merapat ke Pos TNI Yonif 755/Yaled di Distrik Mbua untuk meminta pertolongan. Kelompok bersenjata mengejar mereka hingga ke Pos TNI.

Kontak senjata terjadi di Pos TNI apda Senin malam, 3 Desember 2018. Seorang prajurit, Sertu Handoko, gugur. Sedangkan dua pekerja Istaka selamat dari pembantaian itu.

"Dari apa yang ditemukan Tim Gabungan TNI-Polri kemarin, delapan orang yang ditemukan, satu diantaranya  pekerja di rumah seorang dokter dan satu lagi saudara Johny Arung merupakan bagian dari dua pekerja Istaka Karya yang diperkirakan masih hidup," kata Panglima TNI.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id