Marka wisata Tanjung Lesung rusak diterpa ombak/MI/Susanto
Marka wisata Tanjung Lesung rusak diterpa ombak/MI/Susanto

Waspadai Hoaks Soal Bencana

Nasional Tsunami di Selat Sunda
24 Desember 2018 09:33
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga mewaspadai hoaks terkait bencana. Kabar bohong benyak beredar setelah tsunami menghantam Provinsi Banten dan Lampung, Sabtu malam, 22 Desember 2018.

"BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggunghawabkan kebenarannya," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seperti dilansir Antara, Senin, 24 Desember 2018.

Baca: Tsunami di Banten Disebut Silent Tsunami

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dwikorta meminta masyarakat memperbarui informasi  BMKG melalui media sosial @infobmkg maupun aplikasi android BMKG. Menurut Dwikorta, hingga saat ini alat pengukur pasang surut tak menunjukkan adanya kenaikan muka laut. "Dan berdasarkan log dari BMKG tidak ada aktivasi sirene di wilayah Labuan, Panimbang, dan Pasuruan. Seperti yang dikabarkan di beberapa media massa, bahwa terdapat video yang meresahkan yang menyebut adanya peringatan dini tsunami," jelas Dwikorta.

Baca: Tsunami di Banten Tak Lazim

Berdasarkan rekaman data sesmik, tsunami di Pantai Barat Provinsi Banten serta Lampung tak terjadi akibat  gempa tektonik. BMKG dan Badan Geologi masih mengkaji kaitan tsunami dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

BMKG telah menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi sejak pukul 07.00 WIB Sabtu, 22 Desember 2018 hingga pukul 07.00 WIB Selasa, 25 Desember 2018. Warga juga diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi di wilayah Jawa, meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta Utara Bali pada 24-25 Desember.


(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi