Sampah Plastik di Laut Tanggung Jawab Semua Pihak
Sejumlah nelayan menarik jaring di pantai yang dipenuhi tumpukan sampah di pesisir laut Sukaraja, Bandar Lampung , Lampung. (Foto: ANTARA/Ardiansyah)
Jakarta: Anggota Conservation International Indonesia Abraham Sianipar menilai sampah plastik di laut menjadi persoalan semua pihak. Bukan cuma tanggung jawab pemerintah, masyarakat juga disebut berkontribusi untuk ikut mengurangi penggunaan plastik.

"Terutama plastik sekali pakai seperti kresek yang tidak bisa didaur ulang. Ini bukan lagi persoalan yang bisa diselesaikan pemerintah sendiri melainkan masalah besar untuk negara kita," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 21 November 2018.

Abraham menyayangkan kebijakan plastik berbayar dihentikan. Padahal dampaknya cukup signifikan. Bukan hanya karena harganya yang hanya Rp100 sampai Rp200 namun juga berimbas pada tingkatan sosial dalam sebuah komunitas.


Menurut dia, masalah plastik cukup kompleks dan perlu diselesaikan mulai dari lapisan pertama; masyarakat. Perilaku mengurangi penggunaan sampah plastik perlu realisasi bukan sekadar gaung kosong.

"Kita juga harus memastikan sampah plastik yang kita buang bermuara di tempat yang tepat. Di tempat daur ulang sampah plastik," ungkapnya. 

Selain mengurangi penggunaan sampah plastik dan daur ulang, yang juga perlu dilakukan adalah bagaimana sampah bisa berkontribusi pada perputaran ekonomi masyarakat. Tak menutup kemungkinan pengolahan sampah plastik justru menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Memang harus diawali koordinasi. Kemenko Maritim sudah mengeluarkan rencana aksi nasional untuk marine debris 2017-2025. Ini tepat untuk mengoordinasikan usaha yang bisa kita lakukan baik dari kementerian teknis maupun lapisan masyarakat dan organisasi konservasi," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id