Polisi menjaga keamanan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Polisi menjaga keamanan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

619 Orang Jadi Korban Salah Sasaran Aparat Saat May Day

Nasional hari buruh kekerasan
Candra Yuri Nuralam • 15 Mei 2019 12:32
Jakarta: Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat sebanyak 619 orang dianiaya oknum TNI Polri saat peringatan Hari Buruh atau May Day, Rabu, 1 Mei 2019. Kasus ini pun dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk ditindaklanjuti.
 
"Tim gabungan aparat kepolisian melakukan penangkapan terhadap 619 orang massa aksi yang terdiri dari 326 orang dewasa, 294 anak di bawah umur, 14 perempuan, dan dua orang jurnalis," kata Ketua YLBHI Bidang Advokasi Muhamad Isnur di Gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Menurut dia, penangkapan itu dipicu perusakan fasilitas umum oleh massa berbaju hitam. Namun, 619 orang korban ini bukanlah pelaku, mereka hanya menggunakan baju berwarna hitam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahkan saat kami wawancara orang lagi beli Pop Ice sama mi saja ditangkap karena baju hitam, padahal bukan peserta aksi. Beberapa di antara mereka juga enggak tahu kenapa ditangkap," ujar Insur.
 
Berdasarkan penemuan timnya, massa yang ditangkap mendapatkan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan. Mereka disebut dianiaya oknum aparat.
 
"Massa aksi dipukul secara brutal menggunakan balok, ranting, pentungan, disemprot Pylox, hingga disiram air. Ada yang ditelanjangi di lokasi dan di kantor polisi serta disuruh berguling di atas aspal panas. Celana mereka juga disobek oleh anggota TNI," tutur Insur.
 
Selain itu, massa juga dicaci berdasarkan bentuk fisik tubuhnya oleh oknum petugas. Mereka hanya bisa pasrah saat diperlakukan seperti itu oleh oknum.
 
Penganiayaan ini terjadi di lokasi vandalisme di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Asih Manunggal, Jalan Singaperbangsa, Bandung, Jawa Barat. Para oknum gabungan memaksa massa masuk ke gedung sekolah untuk dipukuli.
 
"Saat diwawancarai korban menyebut dipukuli di dalam kelas dalam keadaan berjongkok," ujar Isnur.
 
Usai melakukan kekerasan, para oknum menggiring massa ke Polrestabes Bandung. Saat itu, massa dijemur dan digunduli serta didata oleh kepolisian.
 
Semua massa yang ditangkap didata hingga malam hari kemudian dipindahkan ke Mako Brimob, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Selama proses itu, massa dilarang tidur oleh petugas.
 
"Yang ketahuan tidur langsung disiram air," kata Isnur.
 
Baca: Polri Usut Penyebaran Kelompok Anarko Sindikalism
 
Isnur menambahkan dari 619 korban, hanya sekitar 30 orang yang berani mengadu ke posko YLBHI. Sebagian besar tidak berani melapor lantaran trauma dan takut kembali dipukuli.
 
Untuk itu, Isnur membantu korban dengan membuat pelaporan ke Komnas HAM. Ia berharap Komnas HAM menindaklanjuti dugaan penganiayaan oknum gabungan terhadap massa aksi May Day.
 
"Komnas HAM diharap turun untuk memulihkan korban dan menengahi masalah ini. Kami siap mendampingi Komnas HAM dan mereka siap diteruskan," tutur Isnur.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif