Jakarta: Kebakaran melanda sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 11 Mei 2026 malam.
Insiden tersebut disertai ledakan berkali-kali yang diduga berasal dari botol berisi bahan kimia dan gas yang tersimpan di dalam gudang.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan material mudah terbakar di dalam gudang memicu suara ledakan saat proses pemadaman berlangsung.
"Gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner," ujar Syaiful, Selasa, 12 Mei 2026.
Petugas menerima laporan kebakaran pada Senin malam dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 20.24 WIB. Sekitar pukul 21.00 WIB terdengar ledakan besar dari dalam area gudang.
Baca Juga :
Rumah Anisa Rahma dan Anandito Ludes Terbakar, Diduga dari Lilin
Api baru berhasil dikendalikan pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Selanjutnya petugas melakukan proses pendinginan mulai pukul 02.00 WIB.
Menurut Syaiful, ledakan tersebut membuat sejumlah botol terlontar ke udara. Kondisi itu membuat petugas mewaspadai potensi gas beracun dari asap kebakaran.
"Lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," terangnya.
Untuk mengurangi risiko terhadap petugas, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat turut mengerahkan mobil robotik dalam proses pemadaman.
"Untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," pungkas Syaiful.
Jakarta:
Kebakaran melanda sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 11 Mei 2026 malam.
Insiden tersebut disertai ledakan berkali-kali yang diduga berasal dari botol berisi bahan kimia dan gas yang tersimpan di dalam gudang.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan material mudah terbakar di dalam gudang memicu suara ledakan saat proses pemadaman berlangsung.
"Gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner," ujar Syaiful, Selasa, 12 Mei 2026.
Petugas menerima laporan kebakaran pada Senin malam dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 20.24 WIB. Sekitar pukul 21.00 WIB terdengar ledakan besar dari dalam area gudang.
Api baru berhasil dikendalikan pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Selanjutnya petugas melakukan proses pendinginan mulai pukul 02.00 WIB.
Menurut Syaiful, ledakan tersebut membuat sejumlah botol terlontar ke udara. Kondisi itu membuat petugas mewaspadai potensi gas beracun dari asap kebakaran.
"Lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," terangnya.
Untuk mengurangi risiko terhadap petugas, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat turut mengerahkan mobil robotik dalam proses pemadaman.
"Untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," pungkas Syaiful.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)