Jakarta: Konten a day in my life menjadi salah satu format yang cukup populer di media sosial. Sesuai namanya, konten ini biasanya menampilkan berbagai aktivitas seseorang dalam satu hari.
Kegiatan yang biasa ditampilkan mulai dari bangun tidur, bekerja atau kuliah, makan, melakukan hobi, hingga kembali beristirahat.
Menariknya, a day in my life tidak harus selalu menampilkan rutinitas yang mewah atau aktivitas yang unik. Kegiatan sederhana sehari-hari juga bisa dikemas menjadi konten yang menarik.
Sekadar jalan-jalan santai, belanja bulanan atau catch-up bersama teman bisa jadi ide konten yang a day in my life yang menarik dan fun!
A Day in My Life sebagai Mahasiswa
Jika kamu seorang mahasiswa, konten bersiap diri, berangkat ke kampus, dan menjalani rutinitas mahasiswa sehari-hari bisa jadi bahan rekaman yang sangat catchy.
Dimulai dari bangun pagi, bersiap ke kampus, sarapan, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, makan siang, nongkrong bareng teman-teman, hingga pulang ke kos atau rumah bisa jadi bahan video konten a day in my life.
Jadikan momen harian itu sebagai story-telling yang menarik. Selain bisa jadi bahan konten, konten harian seperti ini juga bisa jadi bank memori untuk hidup kamu yang bisa ditonton ulang saat masanya sudah lewat.
A Day in My Life sebagai Pekerja Kantoran
Seperti halnya sebagai mahasiswa, rutinitas pekerja kantoran juga dapat menjadi ide konten yang menarik.
Realita melakukan pekerjaan mulai dari sarapan, memilih pakaian, perjalanan menuju kantor, bekerja di depan laptop, makan siang, hingga pulang bisa menjadi sebuah tontonan yang seru. Kesibukan seperti ini terlihat sangat hidup dan nyata karena bersinggungan dengan banyak orang.
Agar lebih menarik, kreator bisa menampilkan suasana sebelum dan sesudah bekerja seperti tren “This is me before work” dan “This is me after work” untuk menunjukan kontras yang memancing perhatian audiens.
Baca Juga :
Cuci Baju sampai Tidur Cepat Disebur "Kinda Chic", Kok Bisa?
A Day in My Life Saat WFH atau WFC
Bagi yang bekerja dari rumah, aktivitas sehari-hari juga tetap bisa dikemas menjadi konten. Misalnya dimulai dari membuat kopi, menyiapkan meja kerja, membuka laptop, mengikuti online meeting, menyelesaikan pekerjaan, hingga beristirahat.
Kalau kamu biasa membawa pekerjaan untuk dikerjakan di sebuah cafe juga bisa menghasilkan konten yang engaging loh. Dari mulai persiapan, perjalanan menuju cafe, hingga bekerja sambil ngopi sampai selesai bisa jadi bahan rekaman untuk konten sehari-hari.
A Day in My Life Saat Weekend
Tidak semua konten a day in my life harus menampilkan aktivitas produktif. Rutinitas saat akhir pekan juga bisa jadi sebuah ide untuk kamu buat loh.
Contohnya bangun lebih siang, sarapan santai, membersihkan kamar, menonton film, pergi jalan-jalan, mencoba tempat makan baru, belanja, lalu menghabiskan malam di rumah. Aktivitas santai ini bisa menampilkan sisi slow living buat bernapas sejenak dari kesibukan di hari biasa.
A Day in My Life Self-Care
Konsep ini cocok untuk menampilkan hari yang lebih santai. Aktivitasnya bisa berupa merapikan kamar, mandi, memakai skincare, membaca buku, journaling, memasak, atau sekedar menikmati waktu tanpa banyak aktivitas.
Konten seperti ini dapat dibuat dengan suasana yang tenang dan tidak perlu terlalu banyak dialog.
A Day in My Life Saat Traveling
Perjalanan ke luar kota atau ke luar negeri juga dapat dikemas menjadi sebuah konten a day in my life.
Menampilkan persiapan keberangkatan, perjalanan menuju destinasi, sarapan, mengunjungi tempat wisata, kuliner hunting, hingga kembali ke penginapan sangat mudah untuk menarik perhatian audiens.
Pilih beberapa momen yang paling menarik agar alurnya tetap nyaman untuk ditonton.
A Day in My Life sebagai Anak Kos
Rutinitas anak kos juga cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang. Kontennya bisa berisi kegiatan seperti bangun tidur, membeli atau membuat sarapan, pergi kuliah atau kerja, mencuci pakaian, belanja kebutuhan sehari-hari, hingga memasak.
Aktivitas kecil seperti mencari makan dengan budget terbatas juga bisa dijadikan bahan story-telling yang menarik sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak anak kos lainnya.
A Day in My Life Saat Hari Produktif
Jika ingin membangun branding dengan konten yang menampilkan produktivitas, tampilkan kegiatan yang produktif dalam hari tersebut.
Kegiatan seperti bekerja, belajar, berolahraga, membaca, beres-beres bisa menjadi ide untuk menampilkan sisi produktif seseorang. Kreator juga bisa memberikan sedikit konteks mengenai apa yang sedang dikerjakan.
A Day in My Life Saat Malam Hari
A day in my life tidak selalu harus dimulai sejak pagi. Konsep night routine juga bisa menjadi variasi menarik.
Video dapat dimulai setelah pulang berkegiatan seperti sekolah, kuliah, bekerja, atau hangout. Tampilkan kegiatan menuju tidur seperti makan malam, mandi, membereskan barang, menonton, membaca, skincare-an, lalu bersiap tidur.
A Day in My Life Melakukan Hobi
Hobi bisa menjadi tema utama suatu konten. Apalagi, jika kamu memiliki hobi yang menarik dan unik. Misalnya menggambar atau melukis, bermain musik, membaca buku, membuat kerajinan, fotografi, atau olahraga.
Konsep ini dapat membuat konten terasa lebih personal karena penonton bisa melihat bagaimana kreator menghabiskan waktu luangnya.
A day in my life tidak harus selalu bersifat impressive dengan kegiatan mewah dan mahal. Rutinitas sederhana justru bisa terasa lebih relatable bagi penonton. Pilih aktivitas yang memang dilakukan sehari-hari, susun ceritanya dari awal-tengah-akhir. Pastikan semua rekaman kegiatan layak untuk dikonsumsi publik, ya!
(Vira Farhatul Maula)
Jakarta: Konten
a day in my life menjadi salah satu format yang cukup populer di media sosial. Sesuai namanya, konten ini biasanya menampilkan berbagai aktivitas seseorang dalam satu hari.
Kegiatan yang biasa ditampilkan mulai dari bangun tidur, bekerja atau kuliah, makan, melakukan hobi, hingga kembali beristirahat.
Menariknya,
a day in my life tidak harus selalu menampilkan rutinitas yang mewah atau aktivitas yang unik. Kegiatan sederhana sehari-hari juga bisa dikemas menjadi konten yang menarik.
Sekadar jalan-jalan santai, belanja bulanan atau catch-up bersama teman bisa jadi ide konten yang a day in my life yang menarik dan fun!
A Day in My Life sebagai Mahasiswa
Jika kamu seorang mahasiswa, konten bersiap diri, berangkat ke kampus, dan menjalani rutinitas mahasiswa sehari-hari bisa jadi bahan rekaman yang sangat
catchy.
Dimulai dari bangun pagi, bersiap ke kampus, sarapan, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, makan siang, nongkrong bareng teman-teman, hingga pulang ke kos atau rumah bisa jadi bahan video konten
a day in my life.
Jadikan momen harian itu sebagai story-telling yang menarik. Selain bisa jadi bahan konten, konten harian seperti ini juga bisa jadi bank memori untuk hidup kamu yang bisa ditonton ulang saat masanya sudah lewat.
A Day in My Life sebagai Pekerja Kantoran
Seperti halnya sebagai mahasiswa, rutinitas pekerja kantoran juga dapat menjadi ide konten yang menarik.
Realita melakukan pekerjaan mulai dari sarapan, memilih pakaian, perjalanan menuju kantor, bekerja di depan laptop, makan siang, hingga pulang bisa menjadi sebuah tontonan yang seru. Kesibukan seperti ini terlihat sangat hidup dan nyata karena bersinggungan dengan banyak orang.
Agar lebih menarik, kreator bisa menampilkan suasana sebelum dan sesudah bekerja seperti tren “This is me before work” dan “This is me after work” untuk menunjukan kontras yang memancing perhatian audiens.
A Day in My Life Saat WFH atau WFC
Bagi yang bekerja dari rumah, aktivitas sehari-hari juga tetap bisa dikemas menjadi konten. Misalnya dimulai dari membuat kopi, menyiapkan meja kerja, membuka laptop, mengikuti online meeting, menyelesaikan pekerjaan, hingga beristirahat.
Kalau kamu biasa membawa pekerjaan untuk dikerjakan di sebuah cafe juga bisa menghasilkan konten yang engaging loh. Dari mulai persiapan, perjalanan menuju cafe, hingga bekerja sambil ngopi sampai selesai bisa jadi bahan rekaman untuk konten sehari-hari.
A Day in My Life Saat Weekend
Tidak semua konten a day in my life harus menampilkan aktivitas produktif. Rutinitas saat akhir pekan juga bisa jadi sebuah ide untuk kamu buat loh.
Contohnya bangun lebih siang, sarapan santai, membersihkan kamar, menonton film, pergi jalan-jalan, mencoba tempat makan baru, belanja, lalu menghabiskan malam di rumah. Aktivitas santai ini bisa menampilkan sisi slow living buat bernapas sejenak dari kesibukan di hari biasa.
A Day in My Life Self-Care
Konsep ini cocok untuk menampilkan hari yang lebih santai. Aktivitasnya bisa berupa merapikan kamar, mandi, memakai skincare, membaca buku, journaling, memasak, atau sekedar menikmati waktu tanpa banyak aktivitas.
Konten seperti ini dapat dibuat dengan suasana yang tenang dan tidak perlu terlalu banyak dialog.
A Day in My Life Saat Traveling
Perjalanan ke luar kota atau ke luar negeri juga dapat dikemas menjadi sebuah konten a day in my life.
Menampilkan persiapan keberangkatan, perjalanan menuju destinasi, sarapan, mengunjungi tempat wisata, kuliner hunting, hingga kembali ke penginapan sangat mudah untuk menarik perhatian audiens.
Pilih beberapa momen yang paling menarik agar alurnya tetap nyaman untuk ditonton.
A Day in My Life sebagai Anak Kos
Rutinitas anak kos juga cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang. Kontennya bisa berisi kegiatan seperti bangun tidur, membeli atau membuat sarapan, pergi kuliah atau kerja, mencuci pakaian, belanja kebutuhan sehari-hari, hingga memasak.
Aktivitas kecil seperti mencari makan dengan budget terbatas juga bisa dijadikan bahan story-telling yang menarik sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak anak kos lainnya.
A Day in My Life Saat Hari Produktif
Jika ingin membangun branding dengan konten yang menampilkan produktivitas, tampilkan kegiatan yang produktif dalam hari tersebut.
Kegiatan seperti bekerja, belajar, berolahraga, membaca, beres-beres bisa menjadi ide untuk menampilkan sisi produktif seseorang. Kreator juga bisa memberikan sedikit konteks mengenai apa yang sedang dikerjakan.
A Day in My Life Saat Malam Hari
A day in my life tidak selalu harus dimulai sejak pagi. Konsep night routine juga bisa menjadi variasi menarik.
Video dapat dimulai setelah pulang berkegiatan seperti sekolah, kuliah, bekerja, atau hangout. Tampilkan kegiatan menuju tidur seperti makan malam, mandi, membereskan barang, menonton, membaca, skincare-an, lalu bersiap tidur.
A Day in My Life Melakukan Hobi
Hobi bisa menjadi tema utama suatu konten. Apalagi, jika kamu memiliki hobi yang menarik dan unik. Misalnya menggambar atau melukis, bermain musik, membaca buku, membuat kerajinan, fotografi, atau olahraga.
Konsep ini dapat membuat konten terasa lebih personal karena penonton bisa melihat bagaimana kreator menghabiskan waktu luangnya.
A day in my life tidak harus selalu bersifat impressive dengan kegiatan mewah dan mahal. Rutinitas sederhana justru bisa terasa lebih relatable bagi penonton. Pilih aktivitas yang memang dilakukan sehari-hari, susun ceritanya dari awal-tengah-akhir. Pastikan semua rekaman kegiatan layak untuk dikonsumsi publik, ya!
(Vira Farhatul Maula)
(RUL)