Jakarta: Komitmen terhadap pendidikan berwawasan kebangsaan dan kepemimpinan akademik yang visioner mengantarkan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026 yang digelar di Grand Studio Metro TV.
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dianugerahi Excellence Award in National Defense Education for Private Universities 2026 sebagai penghargaan institusi, serta penghargaan kepemimpinan Best Transformational Leader in Private Higher Education 2026 yang diterima langsung oleh Rektor, Irjen Pol (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim. (H.C.).
Pengakuan atas Pendidikan Berbasis Kebangsaan
Dewan juri ITAY menilai Universitas Bhayangkara Jakarta Raya berhasil mengintegrasikan nilai-nilai bela negara ke dalam sistem pendidikan tinggi melalui kurikulum dan mata kuliah berbasis wawasan kebangsaan, kemitraan strategis dengan institusi pertahanan dan penegakan hukum, program pembentukan karakter mahasiswa, kontribusi alumni di bidang hukum, keamanan, dan pelayanan publik, dan penguatan tata kelola akademik dan peningkatan mutu pendidikan
Pendekatan ini dinilai relevan dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen kebangsaan.
Dukungan Tokoh Nasional
Acara ITAY 2026 dibuka oleh Suryopratomo, Komisaris Metro TV, dan dihadiri oleh tokoh nasional seperti Arief Satria (Kepala BRIN), TB. Ace Hasan Syadzily (Gubernur Lemhanas), Komarudin Hidayat (Ketua Dewan Pers), bersama pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan para eksekutif swasta
Dalam penilaian atas penghargaan untuk Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ini, salah satu dewan juri Prof.Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si, menyampaikan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa.
"Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul, tetapi juga berlandaskan nilai kebangsaan,” katanya dikutip pada Jumat, 27 Februari 2026.
Founder ITAY, Arief Hidayat Thamrin, menambahkan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menunjukkan transformasi pendidikan yang nyata.
"Integrasi akademik dan nilai bela negara menjadi contoh bagaimana kampus dapat berkontribusi pada pembangunan karakter generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Penjurian Independen dan Berbasis Kinerja
Penghargaan ITAY 2026 ditetapkan melalui proses seleksi dan penilaian independen oleh dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si., Dr. Hifni Alifahmi, M.Si., Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Prof. Dr. Martani Huseini, DEA, dan Arief Suditomo, S.H., M.A.
Penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria utama yaitu prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi, dengan pendekatan yang objektif dan kredibel.
Jakarta: Komitmen terhadap pendidikan berwawasan kebangsaan dan kepemimpinan akademik yang visioner mengantarkan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang
Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026 yang digelar di Grand Studio Metro TV.
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dianugerahi Excellence Award in National Defense Education for Private Universities 2026 sebagai penghargaan institusi, serta penghargaan kepemimpinan Best Transformational Leader in Private Higher Education 2026 yang diterima langsung oleh Rektor, Irjen Pol (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim. (H.C.).
Pengakuan atas Pendidikan Berbasis Kebangsaan
Dewan juri ITAY menilai Universitas Bhayangkara Jakarta Raya berhasil mengintegrasikan nilai-nilai bela negara ke dalam sistem pendidikan tinggi melalui kurikulum dan mata kuliah berbasis wawasan kebangsaan, kemitraan strategis dengan institusi pertahanan dan penegakan hukum, program pembentukan karakter mahasiswa, kontribusi alumni di bidang hukum, keamanan, dan pelayanan publik, dan penguatan tata kelola akademik dan peningkatan mutu pendidikan
Pendekatan ini dinilai relevan dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen kebangsaan.
Dukungan Tokoh Nasional
Acara ITAY 2026 dibuka oleh Suryopratomo, Komisaris Metro TV, dan dihadiri oleh tokoh nasional seperti Arief Satria (Kepala BRIN), TB. Ace Hasan Syadzily (Gubernur Lemhanas), Komarudin Hidayat (Ketua Dewan Pers), bersama pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dan para eksekutif swasta
Dalam penilaian atas penghargaan untuk Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ini, salah satu dewan juri Prof.Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si, menyampaikan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa.
"Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul, tetapi juga berlandaskan nilai kebangsaan,” katanya dikutip pada Jumat, 27 Februari 2026.
Founder ITAY, Arief Hidayat Thamrin, menambahkan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menunjukkan transformasi pendidikan yang nyata.
"Integrasi akademik dan nilai bela negara menjadi contoh bagaimana kampus dapat berkontribusi pada pembangunan karakter generasi muda Indonesia,” ungkapnya.
Penjurian Independen dan Berbasis Kinerja
Penghargaan ITAY 2026 ditetapkan melalui proses seleksi dan penilaian independen oleh dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si., Dr. Hifni Alifahmi, M.Si., Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Prof. Dr. Martani Huseini, DEA, dan Arief Suditomo, S.H., M.A.
Penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria utama yaitu prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi, dengan pendekatan yang objektif dan kredibel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)