Elit Politik Diminta untuk tak Komentar Konyol Soal Terorisme

Deny Irwanto 16 Mei 2018 06:10 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Elit Politik Diminta untuk tak Komentar Konyol Soal Terorisme
Ketua Setara Institute Hendardi. Foto: MI/Immanuel Antonius.
Jakarta: Elit pokitik diminta tidak berkomentar konyol usai kerusuhan Mako Brimob dan tiga ledakan bom di tiga gereja Surabaya, Jawa Timur. Komentar dari elit politik dinilai sangat berpengaruh kepada masyarakat.

Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan, jika satu orang sudah berbicara, maka elit politik lain akan mengikuti pembicaraan yang sudah dibuka. Hal ini dinilai dapat memicu pandangan yang salah soal aksi terorisme di tengah masyarakat.

"Kalau ada komen seperti itu membuka ruang inkubasi penularan bagi yang lain untuk terlibat punya pandangan-pandangan yang konyol semacam itu, dan itu di saat kita sedang menghadapi kesulitan atau tantangan yang berat ini justru ruang inkubasi itu harus ditutup sebetulnya," kata Hendardi di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.


Baca: Eks Kepala BAIS Petakan 9 Pemicu Aksi Teror

Hendardi menjelaskan, seharusnya elit politik tidak membuat suasana semakin gaduh dengan komentar yang tidak memberi jalan keluar. Sebaliknya, elit politik diminta bersinergi dengan seluruh pihak untuk bisa memberantas terorisme yang kerap memakan korban jiwa.

"Kalau para elit kemudian tidak juga bersinergi dengan masyarakat, aparat keamanan untuk memberantas terorisme tapi malah memberikan komentar atau pendapat yang seolah mengalihkan bahwa ini semua adalah rekayasa," ungkap Hendardi.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id