Dari Tradisi Menuju Prestasi
Festival Silat Tradisional Betawi di Kampung Betawi Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara. Foto:Istimewa.
Jakarta: Suasana hening di Kampung Betawi Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara mendadak riuh kala ratusan pendekar muda dari seantero Jabodetabek datang sambil mengibarkan panji-panji perguruannya, akhir pekan ini. 

Keramaian itu pun mengundang perhatian puluhan wisatawan yang tengah berteduh menghindari teriknya panas matahari. Panas yang tidak menyurutkan semangat para pendekar muda untuk berlari mengelilingi pelataran panggung utama Kampung Betawi Pasar Seni Ancol. 

Karena di tengah-tengah pelataran panggung itu, tradisi yang mereka tekuni selama ini akan berbuah menjadi prestasi. Prestasi yang akan mengobati dahaga para pendekar muda silat tradisi betawi. Prestasi yang digagas oleh Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi) dalam tema Festival Silat Tradisional Betawi.


"Saya melihat ini adalah ruang dimana mereka dapat berekspresi dan berprestasi," ujar Ketua Umum Astrabi Anwar Al-Batawi, terkait latar belakang menggagas festival silat ini. 

Anwar menambahkan, "Budaya Betawi saat ini tengah bangkit dan berkembang, oleh karena itu Astrabi berupaya melakukan segalanya yang ujung-ujungnya adalah pretasi, hal yang jarang sekali diadakan di Jakarta khususnya."

Anwar pun lanjut mengalihkan perhatiannya kepada para pendekar muda yang tengah beraksi di pelataran panggung. Bergantian para pendekar muda dari 27 perguruan menunjukkan keindahan jurus-jurus mereka. 

Dalam festival ini, mereka tampil per tim dan dinilai oleh tiga juri, yang merupakan pemerhati silat tradisi betawi. Para pendekar harus mendapatkan poin maksimal dari segi kekompakan dan keserasian tim, efektivitas penampilan sesuai batas waktu yang telah ditentukan serta busana yang digunakan. 

Trofi Juara pertama akhirnya diraih Sanggar Bambu Item dari Kabupaten Tangerang yang tampil apik saat itu. Juara ke dua diraih Sanggar GMBB dari Jakarta Selatan, dan juara ke tiga jatuh kepada Sanggar Kumpi dari Jakarta Timur. 

"Para pemenang dari festival hari ini akan kita bina dan berhak mewakili Astrabi dalam ajang kompetisi silat nusantara di Serang, Banten yang akan berlangsung September 2018," tegas Anwar di atas panggung yang disambut riuhan tepuk tangan ratusan pendekar, usai memberikan trofi kepada para pemenang.

Sejak berdiri dua tahun lalu, lanjut Anwar, Astrabi sudah mengirim tim perwakilan ke sejumlah kompetisi yang diselenggarakan di Bandung (dua kali) dan Jogjakarta (dua kali). Dan saat festival hari ini berlangsung, Astrabi sudah mengirim tim yang diwakili oleh perguruan Beksi Merah Delima pimpinan Muali Yahya untuk berkompetisi di kejuaran silat seni bertaraf internasional di Padang, Sumatera Barat. 

Selain itu, dalam waktu dekat Astrabi akan mengirimkan minimal tiga orang guru besar perguruan silat tradisi Betawi ke ajang kompetisi silat master di Penang, Malaysia. Astrabi juga sedang men-support anggotanya dari Tarung Beksi yang merambah dunia full body contact MMA.

Semua upaya ini diharapkan Anwar akan membuat silat tradisional betawi 'moncer' di seluruh penjuru tanah air dan bisa go international di 2020 sesuai target Astrabi.

"Ini adalah bukti Astrabi tidak pernah main-main, kami bersungguh-sungguh mewujudkan prestasi itu," tegas Anwar Al-Batawi.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id