Ilustrasi pemberian makan pada satwa oleh petugas - ANT/M Risyal Hidayat.
Ilustrasi pemberian makan pada satwa oleh petugas - ANT/M Risyal Hidayat.

Satwa di Ragunan Menikmati Ketupat

Nasional satwa Idulfitri 1439 H
Fachri Audhia Hafiez • 19 Juni 2018 08:37
Jakarta: Ketupat menjadi menu wajib ketika Hari Raya Idulfitri tiba. Menu itu juga dihadirkan untuk satwa di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.
 
Untuk menarik perhatian pengunjung, pengelola mengajak pengunjung menonton pemberian makan pada satwa atau 'feeding time'.
 
"Kami menawarkan program unik feeding time yaitu memberi makan satwa yang dilakukan oleh perawat," beber Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan, Dina Himawati, saat berbincang dengan Medcom.id di lokasi, Senin, 18 Juni 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini, feeding time sedikit berbeda, sebab, pengelola memberikan ketupat. Tapi, bukan ketupat yang biasa diisi beras.
 
Khusus untuk satwa, ketupat diisi dengan pakan satwa. "Makanan satwa dimasukkan ke dalam ketupat terus nanti jadi pertunjukan dan bisa dinikmati pengunjung," ujar Dina.
 
(Baca juga:Pengunjung Jail di Ragunan Siap-siap Dijatuhi sanksi)
 
Dina menyebut, program ini bisa disaksikan pengunjung pada 16, 17 dan 24 Juni 2018. Pemberian makan disesuaikan dengan jadwal makan satwa.
 
Adapun satwa yang dihadirkan dalam program itu yakni jerapah, gajah, harimau, siamang, beruang, dan orang utan. "Waktunya tidak bersamaan, sudah kami jadwalkan. Misal, orang utan itu pukul 09.00 WIB, maka akan diumumkan melalui pusat informasi kami, bahwa pukul 09.00 WIB ada feeding time untuk satwa orang utan," jelas Dina.
 
Dina mengatakan, program tersebut juga sebagai kampanye, supaya pengunjung tak perlu lagi memberikan makanan pada satwa di Taman Margasatwa Ragunan. Selain itu, program ini menjadi bentuk edukasi bagi masyarakat serta pelatihan syarat motorik bagi satwa.
 
"Pengunjung tidak kami libatkan. Karena sudah dua tahun ini Taman Margasatwa Ragunan tidak melakukan atraksi yang bersentuhan langsung antara satwa dengan manusia untuk meminimalisir risiko-risiko kemungkinan akan terjadi," tutur Dina.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif