NEWSTICKER
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

Perjalanan Penyebaran Virus Korona

Nasional virus korona
Siti Yona Hukmana • 25 Januari 2020 20:08
Jakarta: Virus korona membuat geger warga di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Konsultan Medis Media Group dr. Chairudin menyebut virus dengan tipe Novel Coronavirus (nCoV) itu diduga menyebar dari pasar seafood.
 
"US CDC (United States Centers for Diseases Control and Pevention)mengidentifikasi dan menduga seafood market menjadi pusat penyebaran saat menjelang 1 Januari 2020," kata Chairudin kepada Medcom.id, Sabtu, 25 Januari 2020.
 
Chairudin menjelaskan virus ini pertama mencuat di Wuhan, Tiongkok, pada 31 Desember 2019. Penderita korona mulanya didiagnosa mengidap pneumonia atau infeksi paru-paru. Pasien lalu dirawat di salah satu rumah sakit dan dikarantina untuk dilakukan identifikasi virus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Virus korona itu terus merebak. Pada 9 Januari 2020, World Health Organization (WHO) menyatakan peningkatan penyebaran di Wuhan disebabkan oleh flu biasa."Pada saat itu 59 orang dilaporkan telah terinfeksi, tujuh di antaranya dalam kondisi serius," ujarnya.
 
Otoritas Tiongkok melaporkan kematian pertama pasien akibat virus korona pada 11 Januari 2020.
 
Virus itu mulai masuk ke Thailand pada 13 sampai 16 Januari 2020. Pasien korona di Thailand adalah wanita Tiongkok dengan diagnosa awal pneumonia ringan. Wanita itu diketahui baru pulang dari Wuhan.
 
Otoritas kesehatan Tiongkok sempat mengatakan tidak ada penyebaran virus korona dari manusia ke manusia pada 15 Januari 2020. Namun, kemungkinan penyebaran antar manusia itu belum bisa disingkirkan.
 
Sehari setelahnya, Jepang mengonfirmasi virus korona telah masuk ke negaranya. Penyakit itu dibawa oleh seseorang yang tinggal di Wuhan dan berkunjung ke Jepang.
 
CDC Amerika melaporkan ada dua orang meninggal akibat virus korona pada 17 Januari 2020 . Menyikapi itu, CDC mulai melakukanscreening penumpang yang tiba dari Wuhan di tiga bandar udara di Amerika, yakni San Fransisko, New York JFK, dan Los Angeles.
 
20 Januari 2020, kasus ketiga meninggal dan lebih seratus kasus baru korona dilaporkan otoritas Tiongkok. Pemerintah Negeri Tirai Bambu itu pun mengkhawatirkan perayaan Imlek memicu penyebaran virus yang lebih masif.
 
Virus ini sudah menyebar di Beijing, Shanghai, Shenzen. Sudah lebih 200 kasus korona dilaporkan. Virus juga terdeteksi di Korea selatan dari penumpang pesawat dari Wuhan.
 
"Penyebaran manusia ke manusia telah diakui oleh ahli pejabat tinggi untuk penyakit infeksi Zhong Nanshan kepada TV pemerintah CCTV," imbuhnya.
 
Pada, 21 Januari 2020 pejabat dari Wuhan mengungkapkan ada tambahan tiga kematian akibat korona. Dengan begitu, total korban bertambah menjai enam.Kasus korona di seluruh daratan Tiongkok sudah mendekati 300 kasus. Virus disebut sudah berefek juga di Hubei (meliputi Wuhan, Beijing, Guangdong, Shanghai, Zhejiang).
 
"Dari 17 Januari sampai hari ini 25 Januari yang meninggal dari 2 menjadi total 41 orang," ungkapnya.
 
Chairudin menegaskan virus ini sangat berbahaya. Menurut dia, belum ada spesifik test untuk virus. Menurut dia, untuk sementara dinamakan virus dinamai Wuhan Pneumonia.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif