Ilustrasi. (Foto:Antara/Lucky R)
Ilustrasi. (Foto:Antara/Lucky R)

Penerapan Kurikulum 2013, Kepsek Al-Haraki: Guru Kami Tidak Ada Kesulitan

Nasional kurikulum 2013
Achmad Zulfikar Fazli • 11 Desember 2014 17:17
medcom.id, Jakarta: Penerapan kurikulum 2013 untuk sementara dihentikan guna perbaikan untuk permudah kegiatan belajar mengajar siswa. Tak sedikit para guru ataupun siswa mengaku kesulitan menjalani penerapan kurikulum 2013 tersebut.
 
Namun, Kepala Sekolah SDIT Al-Haraki, Chairullah mengatakan bahwa, guru di sekolahnya merasa telah siap menerapkan kurikulum 2013 ini. Sebab, katanya, sekolah yang berbasis Islam ini memang sejak dulu telah mengajarkan secara tematik, yang menjadi metode pada kurikulum 2013 ini.
 
"Sejauh ini (guru) tidak kesulitan. Dulu tematik juga tapi tidak integratif cuma memang ada sedikit kontennya yang perlu ditambah oleh guru," ujar Chairullah saat ditemui Metrotvnews.com, di SDIT Al-Haraki, Jalan Belimbing, Depok Lama, Jawa Barat, Kamis (11/12/2014).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, terkait penerapan kurikulum 2013, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Diknas untuk memutuskan apakah sekolahnya akan tetap melanjutkan kurikulum 2013 ini atau mengembalikannya ke kurikulum 2006.
 
"Dilanjutkan atau tidak (Kurikulum 2013) itu sama saja, terserah Diknas. Yang penting kesiapan gurunya. Tapi, guru kita on fire," lanjut dia.
 
Alasan kesiapan sekolahnya, Chairullah mengatakan karena guru-guru telah lebih dahulu membekali diri dengan pelatihan tentang Kurikulum 2013 sebelum pemerintah memutuskan untuk menerapkannya.
 
"Kita melakukan pelatihan internal dan external. Sekolah telah berinisaitif sendiri mencari guru dari luar sebelum pemerintah memberikan (pelatihan) pada kita pada bulan Juli. Jadi kita sudah siap," tukas dia.
 
Menurut dia, tidak ada yang salah jika kurikulum ini diterapkan lantaran metode nya yang lebih mengedepankan karakter sangat baik diberikan kepada siswa. Hanya saja, diakuinya terkadang guru masih merasakan kesulitan ketika melakukan penilaian. Pasalnya, cara penilaian yang detail pada kurikulum 2013 berbeda dengan kurikulum 2006.
 
"Kurikulum 2013 sebenarnya lebih baik (dari kurikulum 2006) karena ada pembentukan karakter, lebih detail, dan sikap. Tapi, dalam aplikasinya penilaiannya saja yang sulit, meski kita sudah pake IT tetap saja masih kesulitan," tandas dia.
 
Sementara itu, Guru kelas 4 di SD Pondok Cina yang enggan disebutkan namanya mengaku belum siap menjalankan Kurikulum 2013. Padahal, dirinya mengaku telah diberikan pelatihan oleh Diknas sebelum diterapkan Kurikulum ini.
 
Namun, ia enggan mengungkapkan apa yang menyebabkannya belum siap. Ia hanya mengeluhkan pada saat memberi penilaian kepada siswa yang dirasanya lebih sulit dibandingkan Kurikulum 2006.
 
"Belum siap (dengan Kurikulum 2013). Iya, yang susah penilaiannya. Tapi kalau pelatihan ada," ucap dia.
 
(LOV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif