Rumah berbentuk bus double decker milik Bagong (tangkapan X @Jateng_Twit)
Rumah berbentuk bus double decker milik Bagong (tangkapan X @Jateng_Twit)

Bikin Melongo! Viral Rumah Berbentuk Bus Tingkat Parkir Sejajar di Wonogiri

Muhammad Syahrul Ramadhan • 25 April 2026 14:40
Ringkasnya gini..
  • Rumah didesain menyerupai dua bus double decker Scania milik PO Agramas, terinspirasi dari pengalaman merantau pemiliknya.
  • Pembangunan menggunakan miniatur skala 1:20 sebagai panduan detail mulai dari spion hingga roda.
  • Pemilik enggan memasang logo perusahaan sebelum mendapat izin resmi dari pihak PO guna menghormati merek dagang.
Jakarta: Sebuah pemandangan unik mendadak jadi buah bibir di media sosial setelah sebuah rumah dengan desain menyerupai dua bus tingkat (double decker) viral. Rumah milik Supardi (43), atau yang akrab disapa Bagong, ini berlokasi di Dukuh Tandan, Desa Kopen, Jatipurno, Wonogiri.
 
Desain nyentrik ini rupanya bukan tanpa alasan. Rumah tersebut lahir dari rasa kagum dan obsesi sang pemilik terhadap bus Scania K-410 milik PO Agramas yang sering ia tumpangi saat merantau ke Jakarta.
 
Hingga Selasa, 21 April 2026, progres pembangunan rumah unik ini terpantau baru mencapai sekitar 60 persen. Menariknya, Supardi tidak menggunakan jasa arsitek konvensional. Ia justru menggunakan miniatur bus berskala 1:20 sebagai cetak biru (blueprint) agar proporsi bangunannya presisi.

Detail yang ditampilkan pun cukup mencengangkan, mulai dari lekukan bodi, penempatan lampu, spion, hingga replika roda yang membuat bangunan ini benar-benar tampak seperti dua bus raksasa yang sedang parkir.
 
Meski sangat ingin mengecat rumahnya persis dengan identitas visual PO Agramas, Supardi menunjukkan sikap yang sangat bijak terkait hak cipta. Ia memilih untuk tidak terburu-buru menyematkan logo maupun warna khas perusahaan tersebut sebelum mendapatkan izin resmi.
 
“Saya belum izin kepada PO Agramas karena hak cipta tidak sembarangan digunakan. Kalau diizinkan, insyaallah finishing-nya akan dibuat mirip bus aslinya,” ujar Supardi. Ia pun menyatakan siap mencari alternatif identitas bus lain jika pihak PO tidak memberikan lampu hijau.
 
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Desa Kopen, Harno. "Kami sudah mengingatkan dan Pak Supardi memiliki inisiatif baik untuk menghubungi pihak perusahaan guna menghindari konsekuensi hukum," ungkap Harno saat ditemui di Balai Desa Kopen.
 
Rumah yang berdiri di atas lahan seluas 90 meter persegi ini dirancang dengan fungsi yang berbeda pada setiap sisinya, untuk bangunan bus besar akan difungsikan sebagai ruang tamu dan ruang keluarga. Sedangkan untuk bangunan bus kecil diperuntukkan bagi ruang makan serta area garasi.
 
Saat ini, proses pembangunan sedang dihentikan sementara sambil menunggu ketersediaan dana untuk tahap penyelesaian akhir (finishing). Keberadaan rumah bus ini diharapkan tidak hanya menjadi kepuasan pribadi bagi sang pemilik, tetapi juga memberikan daya tarik unik bagi masyarakat Desa Kopen.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>