Program ini hadir untuk memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia dan menjawab tantangan kesenjangan keterampilan digital khususnya dalam pemanfaatan platform e-commerce sebagai sumber peluang ekonomi.
Peluncuran program dan pelatihan dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli di Balai BBPVP Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 11 Februari 2026. Turut hadir Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Herry Nugraha, serta Anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Adi Mahfudz Wuhadji.
Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyampaikan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak lagi sama seperti sebelumnya, di mana pekerjaan informal tradisional telah berkembang menjadi informal digital yang menuntut keterampilan baru. Oleh karenanya, pelatihan menjadi kunci untuk menjawab perubahan tersebut.
| Baca juga: THR 2026 Bulan Apa Cairnya? Ini Aturan Kemenaker |
“Transformasi dunia kerja menuntut kita untuk terus beradaptasi. Program Training of Trainers Shopee Affiliate ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital,” ujar Yassierli.
Program Training of Trainers (ToT) akan diikuti oleh 100 peserta yang merupakan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kemnaker.
Para instruktur tersebut akan mengikuti pelatihan yang dibawakan oleh para trainer dari Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi oleh BNSP pada 11–13 Februari 2026.
“Peserta mendapat pelatihan selama 3 hari. Setelahnya, mereka berkewajiban sebagai instruktur mengajarkan hal yang sama di balai-balai yang ada di indonesia. Targetnya kembali 1 orang untuk mengajarkan 600 orang, jadi total 60.000 target kita untuk tahun ini. Dan kita akan monitor tiap bulan kinerjanya bagaimana,” jelas Yassierli.
Menaker mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk mitra kolaborasi dari sektor swasta. Ia berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada program ini saja, melainkan berlanjut dalam berbagai inisiatif pelatihan dan pengembangan tenaga kerja di masa mendatang.
| Baca juga: Kaleidoskop Satu Dekade Shopee: Menciptakan Dampak bagi Ekosistem melalui Inovasi & Kolaborasi |
Dalam kesempatan yang sama, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira mengatakan lewat program ini, Shopee tidak hanya berbagi pengetahuan dan praktik di ekosistem affiliate, tetapi juga mendukung peran balai vokasi sebagai pusat pengembangan talenta digital hingga ke daerah-daerah.
“Kolaborasi ini merupakan komitmen Shopee untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini,” kata Radynal.
Melalui pelatihan Training of Trainers Shopee Affiliate, Shopee Indonesia berharap para instruktur balai vokasi memahami praktik affiliate marketing secara komprehensif dan mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di berbagai daerah.
Program Training of Trainers: Shopee Affiliate (Dengan Instruktur Tersertifikasi BNSP) juga diharapkan melahirkan semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi adaptif, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara produktif dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News