Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. (Foto; Dok. BPJS Ketanagakerjaan)
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. (Foto; Dok. BPJS Ketanagakerjaan)

BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Manfaat Perlindungan kepada PMI

Nasional Berita BPJS Ketenagakerjaan
Gervin Nathaniel Purba • 15 Januari 2019 15:16
Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik yang sedang dalam masa persiapan kerja maupun yang sudah ditempatkan di negara tujuan.
 
Peningkatan manfaat ini dilakukan berdasarkan perubahan regulasi terkait peningkatan manfaat bagi PMI yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia.
 
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan pihaknya menyambut baik peningkatan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para PMI. Menurutnya, sudah sepantasnya pemerintah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada pahlawan devisa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan terus mengupayakan penyelenggaraan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi PMI ini dapat dirasakan oleh seluruh PMI”, ujar Agus, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Manfaat yang akan diterima bagi PMI yang terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan mencakup perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian yang terjadi saat PMI sedang menjalani persiapan atau pelatihan selama berada di negara penempatan kerja hingga kembali ke Indonesia setelah masa kerja berakhir.
 

 
Selain perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), PMI juga bisa memilih untuk ikut dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dapat digunakan sebagai tabungan bagi para PMI jika telah selesai menjalani masa kerja di negara penempatan.
 
Peningkatan manfaat diberikan dalam program perlindungan atas risiko kecelakaan kerja yang terjadi, meliputi kecelakaan akibat kegiatan pekerjaan, tindakan kekerasan, dan pemerkosaan yang pertanggungannya akan ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai yang bersangkutan sembuh. PMI juga akan mendapatkan santunan cacat hingga Rp100 juta jika mengalami risiko kerja.
 
Manfaat lainnya, seperti kompensasi karena gagal berangkat ke negara penempatan senilai Rp7,5 juta, bantuan PHK karena kecelakaan kerja mendapatkan mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta, beasiswa untuk dua orang anak hingga lulus sarjana atau mendapatkan pelatihan kerja, hingga bantuan penggantian tiket pesawat kepulangan PMI karena kecelakaan kerja.
 
“Beasiswa atau pelatihan kerja untuk dua orang anak peserta ini dinilai sangat penting untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak dan sejahtera di masa yang akan datang,” ujarnya.
 
Peningkatan manfaat beasiswa ini sebelumnya hanya diberikan kepada satu orang anak peserta yang meninggal dunia ataupun menderita cacat total tetap karena kecelakaan kerja.
 
“Regulasi terbaru menegaskan bahwa dua orang anak peserta berhak untuk mendapatkan beasiswa sampai lulus sarjana atau pelatihan kerja sesuai ketentuan yang berlaku," kata Agus.
 
Manfaat lainnya yang ditambahkan melalui regulasi ini adalah adanya penggantian kerugian karena tindakan pihak lain selama perjalanan pulang ke daerah akan diberikan penggantian dengan besaran Rp10 juta.
 
Selain itu, jika PMI terkena risiko kecelakaan kerja dan mengalami kecacatan, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan vokasional agar yang bersangkutan dapat terus berkreasi dan menghasilkan pendapatan melalui bidang usaha lain.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi