Ilustrasi--Mabes Polri--MI/Ramdani
Ilustrasi--Mabes Polri--MI/Ramdani

Polri: Kasus Penculikan Anak yang Viral Hoaks

Nasional Lion Air Jatuh
Dian Ihsan Siregar • 31 Oktober 2018 08:25
Jakarta: Mabes Polri mengatakan, informasi penculikan anak yang viral di media sosial (medsos) adalah berita bohong atau hoaks. Penculikan dibuat akun berbeda dengan waktu kejadian, tempat kejadian, modus dan korban yang berbeda.
 
Penculikan anak-anak dan pencurian organ tubuh tidak pernah terjadi. "Dari hasil pengecekan kejadian dapat disimpulkan foto yang ditampilkan, baik tersangka maupun korban memang benar. Tetapi tidak sesuai dengan fakta kejadian sebenarnya," ucap Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo melansir Antara, Rabu, 31 Oktober 2018.
 
Beberapa gambar yang dibagikan, lanjut dia, sama sekali tidak berhubungan dengan deskripsi gambar tersebut. "Fakta kejadian sebenarnya dilihat dari waktu kejadian, tempat kejadian, pelaku dan latar belakangnya adalah kejadian yang berdiri sendiri dengan tidak ada hubungan satu dengan yang lainnya dengan latar belakang yang berbeda," jelas dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi menceritakan ada foto seseorang yang mengaku sebagai pelaku penculikan anak di Pontianak. Padahal yang bersangkutan adalah pelaku pencurian telepon seluler di Bogor dan sudah ditangkap.

Tak hanya itu, ada juga foto seorang korban dengan mata tertutup yang diceritakan sebagai korban penculikan dan pencurian organ yaitu mata. Faktanya, foto itu adalah seorang anak yang meninggal karena dehidrasi.
 
"Foto korban di rumah sakit terbaring dengan mata tertutup diposting dengan pesan korban penculikan yang dicuri matanya, padahal faktanya itu anak yang kelelahan naik sepeda mengalami dehidrasi meninggal dunia di rumah sakit," ungkapnya.
 
Kini, Mabes Polri sedang menganalisa akun media sosial yang mengedarkan hoaks, demi mengetahui pelaku dan motifnya. "Satgas siber saat ini sedang menganalisis akun-akun medsos yang berbeda yang memposting berita hoaks penculikan untuk mengetahui pelaku dan motifnya. Apakah akun mereka saling berhubungan," tukas dia.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi