Ilustrasi sakit. Pexels
Ilustrasi sakit. Pexels

Investigasi Penyebab Hepatitis Akut Dilakukan pada Setiap Kasus

Nasional penyakit menular Hepatitis Akut Penyebab Hepatitis Akut Investigasi Penyebab Hepatitis Akut
Indriyani Astuti • 06 Mei 2022 09:54
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meningkatkan kewaspadaan dan penyelidikan epidemiologi (surveilans) lintas sektoral mengantisipasi munculnya hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya (acute hepatitis of unknown aetiolog). Investigasi dilakukan apabila temukan kasus dengan gejala mirip tanda hepatitis akut, terutama pada anak di bawah usia 11 tahun.
 
"Investigasi penyebab hepatitis akut dilakukan pada setiap kasus, mungkin melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr. Brian Sriprahastuti, di Jakarta, Jum'at, 6 Mei 2022.
 
Brian mengatakan pemerintah telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada fasilitas layanan kesehatan, pemerintan daerah, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan pemangku kepentingan, untuk memberikan dukungan dan kewaspadaan dini terhadap penemuan kasus hapatitis akut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fenomena hepatitis akut menjadi sorotan dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022. WHO menerima laporan 169 kasus hepatitis akut ditemukan di 12 negara, termasuk Indonesia.
 
Di Indonesia, dilaporkan ada tiga pasien meninggal saat dirawat di RSUP Cipto Mangunkusumo dari laporan dua minggu terakhir hingga 30 April 2022. Ketiga pasien itu diduga terjangkit hepatitis akut.
 
Baca: Kemenkes Minta Orang Tua Gerak Cepat Jika Ada Tanda Hepatitis Akut
 
Brian menjelaskan hepatitis akut merupakan peradangan pada hati yang terjadi secara mendadak dan cepat memburuk. Gejala umum dari hepatitis, yakni nyeri perut, kuning, diare, muntah-muntah, perubahan warna urine, feses berwarna pucat, demam tinggi atau riwayat demam, serta ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati.
 
"Jika mendapati anak mengalami gejala-gejala seperti itu segera dibawa ke rumah sakit atau faskes. Karena jika terlambat penanganan akan terjadi kegagalan fungsi hati yang ditandai dengan gangguan kesadaran," jelas dia.
 
Brian menyampaikan belum diketahui penyebab dari hepatitis akut. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan adanya virus hepatitis tipe A, B, C, D, dan E yang umumnya menjadi penyebab hepatitis.
 
Dalam kaitan dengan kabar ditemukan SARS-CoV-2 atau Adenovirus pada beberapa kasus, menurut Brian, itu belum bisa dibuktikan. Pemeriksaan lanjutan untuk mencari penyebab baik secara biologis maupun kimiawi masih berjalan.
 
Brian mengimbau masyarakat tidak panik, tetap tenang, dan berhati hati. Kemudian, melakukan upaya pencegahan infeksi, seperti mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja dan popok sekali pakai (diapers) pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri, memakai masker, dan tetap menjaga jarak.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif