Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla (kaos biru dongker). Medcom.id/Christian
Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla (kaos biru dongker). Medcom.id/Christian

PMI Kekurangan Stok Darah Akibat Covid-19

Christian • 28 Maret 2020 16:07
Jakarta: Palang Merah Indonesia (PMI) kekurangan stok darah akibat ketakutan masyarakat terhadap virus korona (covid-19). Padahal, PMI sangat membutuhkan pasokan darah untuk pasien demam berdarah dengue (DBD) yang terus meningkat.
 
"Warga itu sudah takut untuk transfusi karena covid-19 ini," ujar Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla saat meninjau kesiapan PMI Jakarta Pusat di Kantor Kecamatan Johar Baru, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Kalla sudah mendapatkan cara untuk mengatasi masalah pasokan darah. Dia menyurati Kapolri Jenderal Idham Aziz dan KSAD Jenderal Andika Perkasa agar anggotanya mau mendonorkan darah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harap anggota Polri, TNI bisa transfusi darah mereka kepada PMI," ujar dia.
 
Kepala Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta, Salimar Salim, mengakui adanya kekurangan stok darah. Khsusunya di PMI Jakarta Pusat.
 
Salimar mengatakan PMI Jakarta Pusat biasanya bisa mengumpulkan hingga 1.100 kantong darah setiap harinya. Kini yang terkumpul hanya 300-400 kantong sejak covid-19 mewabah di Indonesia.
 
"Ini sangat kekurangan sekali yang turun tajam sebesar 70 persen," kata dia.
 
Baca: 1.155 Orang Positif Korona, 102 Meninggal
 
Salimar mengatakan penurunan stok darah sudah terjadi sejak Selasa 10 Maret 2020. Jenis darah yang sulit dicari yaitu A dan AB.
 
Kesulitan PMI, lanjut dia, semakin menjadi setelah beberapa kegiatan donor darah batal. Masyarakat juga ada yang tak jadi mendonorkan darahnya ke PMI.
 
"Tapi kita juga terus berupaya lakukan jemput bola untuk memenuhi kantong darah," ujar dia.
 
PMI Kekurangan Stok Darah Akibat Covid-19
Ilustrasi Medcom.id

Antisipasi Covid-19

Salimar menjelaskan PMI Jakarta Pusat juga telah melakukan protokol pencegahan covid-19. Setiap warga yang mau mendonorkan darah harus menjalani pemeriksaan suhu badan. Apabila suhu badannya mencapai 37 derajat celcius, petugas akan menyuruh calon pendonor pulang dan diberikan masker.
 
"Mereka juga kita sarankan periksa kesehatan mereka," ucapnya.
 
Salimar menambahkan para calon pendonor juga akan diberikan pertanyaan seputar covid-19 bila suhu badannya terpantau normal. Setelah serangkaian pemeriksaan selesai, mereka baru bisa menjalani donor darah.
 
"Di ruangan mereka kita beri jarak satu meter perorang, tidak boleh berdekatan," jelas dia.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif