Pesawat Ethiopian Airlines terparkir di bandara Nairobi, Kenya. Foto: AFP/Simon Maina.
Pesawat Ethiopian Airlines terparkir di bandara Nairobi, Kenya. Foto: AFP/Simon Maina.

Uni Eropa Larang Boeing 737 Max 8 Beroperasi

Nasional kecelakaan pesawat boeing
Nur Azizah • 13 Maret 2019 08:58
Uni Eropa: Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menangguhkan operasi penerbangan pesawat Boeing 737 Max 8 dan Max 9 di Eropa. Larangan ini mulai berlaku Selasa, 12 Maret 2019, pukul 19.00 waktu setempat.
 
Larangan ini muncul setelah pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu. 10 Maret 2019. Kecelakaan pesawat pabrikan Amerika Serikat itu menewaskan 157 orang.
 
EASA mengatakan keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan penumpang. EASA juga menawarkan bantuan dalam mendukung penyelidikan kecelakaan kecelakaan Ethiopian Airlines.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu negara Uni Eropa yang ikut melarang operasi Boeing 737 MAX 8 ialah Prancis. Otoritas penerbangan sipil Prancis (DGAC) mengatakan akan tetap memperhatikan unsur penyelidikan.
 
"Prancis tetap memperhatikan unsur-unsur penyelidikan yang akan datang serta keputusan regulator Eropa dan Amerika," kata DGAC seperti yang dilansir dari Antara, Rabu, 13 Maret 2019.
 
Kecelakaan Ethophian Airlines adalah kecelakaan kedua yang melibatkan model Boeing 737 MAX dalam lima bulan terakhir. Pada Oktober 2018, pesawat maskapai Lion Air jatuh di perairan Indonesia hingga menewaskan 189 orang.
 
Baca: Kemenhub Pantau Pesawat Boeing 737-8 Max
 
Di Indonesia, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengawasi maskapai yang masih mengoperasikan pesawat Boeing 737-8 Max. Pengawasan lebih diberikan setelah kecelakaan Ethiopian Airlines.
 
"Kami terus melakukan langkah-langkah perbaikan mulai dari prosedur operasional maupun additional training serta menindaklanjuti airworthiness directive yang dikeluarkan Federal Aviation Administration (FAA). Pengawasan ini sudah dilakukan sejak Oktober 2018," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti, Senin, 11 Maret 2019.
 
Selain pengawasan, pihaknya juga bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Boeing, dan lembaga penerbangan dunia seperti FAA untuk terus mengevaluasi kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-8 Max. Kerja sama ini dibutuhkan dalam peningkatan teknik operasional ataupun tindak lanjut Ditjen Perhubungan Udara terhadap operasional pesawat jenis Boeing 737-8 Max ke depan.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif