ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

3 Anggota TNI AD Penyebab Kematian Handi-Salsa Bakal Dituntut Maksimal

Tri Subarkah • 25 Desember 2021 11:32
Jakarta: Sebanyak tiga anggota TNI AD telah diproses hukum terkait kematian Handi Saputra dan Salsabila. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Prantara Santosa memastikan ketiganya akan dituntut maksimal sesuai tindak pidana yang dilakukan.
 
Hal itu telah menjadi instruksi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Prantara menyebut Andika memerintahkan penyidik TNI, penyidik TNI AD, serta Oditur Jenderal TNI memberikan hukuman tambahan.
 
"Untuk memberikan hukuman tambahan pemecatan dari dinas militer kepada tiga oknum anggota TNI AD tersebut," kata Prantara dilansir dari Media Indonesia, Jakarta, Sabtu, 25 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga anggota TNI AD yang terlibat dalam kematian Handi dan Salsabila adalah Kolonel Infanteri P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua Ahmad. Kolonel Infanteri P berasal dari Korem Gorontalo, Kodam Merdeka.
 
Baca: Kasus Kematian Dua Sejoli di Nagreg, Pelaku Diduga Anggota TNI
 
Sementara Kopral Dua DA dan Kopral Dua Ahmad masing-masing berasal dari Kodim Gunung Kidul dan Kodim Demak, Kodam Diponegoro. Proses penyidikan terhadap Kolonel Infanteri P dilakukan Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado.
 
Sementara untuk Kopral Dua DA dan Kopral Dua Ahmad dilakukan oleh Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang. Prantara menguraikan peraturan perundang-undangan yang dilanggar oleh ketiga oknum TNI AD itu antara lain Pasal 310 dan Pasal 312 UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya serta Pasal 181, Pasal 359, Pasal 338, dan Pasal 340 KUHP.
 
Ancaman pidana maksimal seumur hidup. Handi dan Salsabila menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Keduanya ditemukan di dua titik berbeda di sepanjang Sungai Serayu pada Sabtu, 11 Desember 2021.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif