ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Omicron Bertambah, Kemenkes Masifkan Surveilans dan WGS

Theofilus Ifan Sucipto • 23 Desember 2021 12:28
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal memperketat pencegahan dan pengawasan penularan Omicron di Indonesia. Upaya itu untuk merespons tiga temuan kasus terbaru.
 
“Kemenkes akan memperkuat surveilans dan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS),” kata juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 Desember 2021.
 
Nadia mengatakan pengetatan WGS dilakukan khususnya bagi pelaku perjalanan internasional yang terkonfirmasi positif covid-19. Upaya itu dinilai penting guna mendeteksi Omicron sejak dini.

“Sehingga bisa segera dilakukan karantina maupun penanganan medis bagi kasus yang bergejala,” papar dia.
 
Nadia kembali mengimbau masyarakat tidak bepergian ke luar negeri. Kemudian terus disiplin protokol kesehatan dan menyegerakan vaksinasi.
 
Baca: 3 Kasus Baru Omicron Terdeteksi di Indonesia, dari Kongo dan Malaysia
 
“Sebab, varian ini diduga jauh lebih cepat menyebar dibandingkan varian yang ada,” jelas dia.
 
Kemenkes kembali mengumumkan tiga kasus Omicron baru di Indonesia. Sehingga total ada delapan kasus dengan varian anyar tersebut.
 
“Temuan ini didapati dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang keluar pada Rabu, 22 Desember 2021 malam,” kata Nadia.
 
Tiga kasus itu muncul dari pekerja migran Indonesia (PMI). Mereka berasal dari Kongo dan Malaysia. Ketiga PMI tengah menjalani karantina di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan