Jakarta: Wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa diguncang gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) pada pukul 05.47 WIB, Minggu, 29 Juli 2018. Hingga pukul 10.31 WIB, 79 gempa susulan (aftershock) terjadi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat sebanyak lima gempa di antaranya dapat dirasakan warga. Gempa susulan paling besar terjadi pada pukul 09.16 WIB dengan kekuatan 5,7 SR.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati dari keterangan media, Minggu, 29 Juli 2018.
Berdasarkan lokasi, kedalaman, dan mekanisme sumber, gempa disimpulkan akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa terjadi karena deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Baca: Gempa 6,4 SR Guncang Lombok, 10 Orang Tewas
Gempa pertama terjadi pada pukul 05.47 WIB di kedalaman 10 KM. Titik gempa berada di 28 KM Barat Laut Lombok Timur, 32 KM Timur Laut Lombok Utara, 57 KM Timur Laut Lombok Tengah, 61 KM Timur Laut Mataram dan 1.105 KM Tenggara Jakarta.
Sekitar 20 menit berselang tepatnya pada 06.06 WIB terjadi gempa susulan dengan kekuatan 5,5 SR pada kedalaman 10 KM di titik 22 KM Timur Laut Lombok Utara.
Baca: Korban Tewas Gempa Lombok Jadi 10 Orang
Jakarta: Wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa diguncang gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) pada pukul 05.47 WIB, Minggu, 29 Juli 2018. Hingga pukul 10.31 WIB, 79 gempa susulan (
aftershock) terjadi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat sebanyak lima gempa di antaranya dapat dirasakan warga. Gempa susulan paling besar terjadi pada pukul 09.16 WIB dengan kekuatan 5,7 SR.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati dari keterangan media, Minggu, 29 Juli 2018.
Berdasarkan lokasi, kedalaman, dan mekanisme sumber, gempa disimpulkan akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa terjadi karena deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Baca: Gempa 6,4 SR Guncang Lombok, 10 Orang Tewas
Gempa pertama terjadi pada pukul 05.47 WIB di kedalaman 10 KM. Titik gempa berada di 28 KM Barat Laut Lombok Timur, 32 KM Timur Laut Lombok Utara, 57 KM Timur Laut Lombok Tengah, 61 KM Timur Laut Mataram dan 1.105 KM Tenggara Jakarta.
Sekitar 20 menit berselang tepatnya pada 06.06 WIB terjadi gempa susulan dengan kekuatan 5,5 SR pada kedalaman 10 KM di titik 22 KM Timur Laut Lombok Utara.
Baca: Korban Tewas Gempa Lombok Jadi 10 Orang Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)