medcom.id, Jakarta: Rumah duka almarhum Bob Sadino menjelang malam semakin ramai dikunjungi pelayat. Sahabat, pengusaha dan politikus mendatangi rumah duka di Jalan P&K, Pondok Cabe, Cirendeu, Jakarta Selatan.
Bahkan Presiden RI Ketiga BJ Habibie ikut melayat pengusaha nyentrik yang kerap bercelana pendek dan kemeja kotak-kotak.
Bagi Habibie, pria kelahiran Lampung 81 tahun lalu itu merupakan sosok pengusaha hebat. Habibie kenal Bob sejak di bangku kuliah dan sama-sama mendapat beasiswa di salah satu universitas terkemuka di Jerman.
"Dia itu patut di contoh dan dijadikan panutan. Dan saya kenal beliau sebagai orang yang sederhana, pendiam tapi pekerja keras," kata Habibie di rumah duka, Jl P&K, Pondok Cabe, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2015).
Habibie menyayangkan kepergian sahabatnya itu. Ia tak menyangka pria bernama lengkap Bambang Mustari Sadino meninggal akibat penyakit komplikasi. Habibie mengaku terakhir kali bertemu dalam keadaan koma di Rumah Sakit Pondok Indah.
"Saya sangat menyayangkan, karena dia masuk blackhole. Saya tidak sempat ngobrol karena dia sudah koma. Saya datang itu sempat doa untuk beliau, sempat cium tangannya," tuturnya
Habibie mengungkapkan, keinginan Bob agar anak cucunya kelak bisa mengembangkan bisnis yang sudah ia bangun tersebut.
"Dia berharap apa yang sudah dilakukan, generasi berikutnya bisa melaksanakan lebih baik dari dirinya," imbuh Habibie.
Pengusaha yang lahir 9 Maret 1939 ini sempat dirawat dua minggu di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan karena terkena penyakit komplikasi. Ia meninggalkan dua orang putri dan empat orang cucu.
medcom.id, Jakarta: Rumah duka almarhum Bob Sadino menjelang malam semakin ramai dikunjungi pelayat. Sahabat, pengusaha dan politikus mendatangi rumah duka di Jalan P&K, Pondok Cabe, Cirendeu, Jakarta Selatan.
Bahkan Presiden RI Ketiga BJ Habibie ikut melayat pengusaha nyentrik yang kerap bercelana pendek dan kemeja kotak-kotak.
Bagi Habibie, pria kelahiran Lampung 81 tahun lalu itu merupakan sosok pengusaha hebat. Habibie kenal Bob sejak di bangku kuliah dan sama-sama mendapat beasiswa di salah satu universitas terkemuka di Jerman.
"Dia itu patut di contoh dan dijadikan panutan. Dan saya kenal beliau sebagai orang yang sederhana, pendiam tapi pekerja keras," kata Habibie di rumah duka, Jl P&K, Pondok Cabe, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2015).
Habibie menyayangkan kepergian sahabatnya itu. Ia tak menyangka pria bernama lengkap Bambang Mustari Sadino meninggal akibat penyakit komplikasi. Habibie mengaku terakhir kali bertemu dalam keadaan koma di Rumah Sakit Pondok Indah.
"Saya sangat menyayangkan, karena dia masuk
blackhole. Saya tidak sempat ngobrol karena dia sudah koma. Saya datang itu sempat doa untuk beliau, sempat cium tangannya," tuturnya
Habibie mengungkapkan, keinginan Bob agar anak cucunya kelak bisa mengembangkan bisnis yang sudah ia bangun tersebut.
"Dia berharap apa yang sudah dilakukan, generasi berikutnya bisa melaksanakan lebih baik dari dirinya," imbuh Habibie.
Pengusaha yang lahir 9 Maret 1939 ini sempat dirawat dua minggu di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan karena terkena penyakit komplikasi. Ia meninggalkan dua orang putri dan empat orang cucu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)