Diskusi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Foto Medcom/Ilham Pratama
Diskusi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Foto Medcom/Ilham Pratama

Mahasiswa Jurnalistik Diminta Punya Perspektif Kritis

Nasional Reynhard Sinaga
Ilham Pratama Putra • 13 Januari 2020 00:37
Jakarta: Jurnalis Indonesia diharap mampu mengontrol pemberitaan kasus pemerkosaan. Bahkan perspektif kritis seorang wartawan dalam menyikapi kasus besar, misalnya pemerkosaan yang dilakukan Reynhard Sinaga harus ditanamkan sejak duduk di bangku kuliah.
 
"Seharusnya mahasiswa mendapat prespektif kritis. Mengenal banyak prespektif norma, agama, kekerasan dan lain-lain. Jadi punya jalan mana yang akan diambil. Harus nya mendapat prespektif," kata aktifis Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Luviana di kantor AJI, Jakarta Selatan, Minggu, 12 Januari 2020.
 
Dia menyebut pendidikan jurnalistik di ruang kelas masih minim. Mahasiswa belum mengenal betul apa yang disebut ekonomi politik media hingga bagaimana buruh media bekerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana kan sebenarnya mahasiswa dipersiapkan untuk nanti tempur di dunia industri, harus siap dengan segala hal di lapangan," katanya.
 
Kultur pendidikan di Indonesia juga harus berubah. Di zaman sekarang, menurut dia, seharusnya tidak ada lagi mahasiswa yang malu memilki pendapat berbeda.
 
"Mahasiswa Asia, Amerika, Eropa itu mereka bisa lantang untuk setuju tidak setuju. Makanya disaat kamu ngomong berbeda soal LGBT, kamu dianggap pro LGBT, Jadi dianggap, ada stigma atau cap yang tiba-tiba enggak usah berteman lagi sama dia. Itu kultur" jelas Luviana.
 
Namun, Luviana optimis pada generasi kekinian. Terlebih banyak gebrakan baru yang diciptakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.
 
"Sebenarnya Nadiem itu lebih kualitatif. Dan itu sudah jauh berubah. Tidak hanya kuantitatif yang soal angka saja. Kualitatif itu teori kritis, jadi kamu bisa mengungkap opini mu, semua orang bisa tampil beda dan unik," ungkapnya.
 
Dia optimistis dengan masa depan anak muda yang kini tengah berkembang. Ke depan Indonesia dipercaya lebih terbuka tehadap opini sesama masyarakatnya.
 
"Saya optimis loh sama anak muda. Bahwa yang dilakukan anak muda saat ini luar biasa. Mereka walaupun enggak saling kenal, hanya modal internet, tapi bisa bergerak bersama, dan semakin kritis mengelola informasi," pungkasnya.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif