Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, saat membuka acara Disrupto 2019 di Plaza Indonesia. Dok.istimewa.
Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, saat membuka acara Disrupto 2019 di Plaza Indonesia. Dok.istimewa.

Disrupsi Teknologi Diharap Berdampak Positif Bagi Manusia

Nasional disrupsi digital
Juven Martua Sitompul • 22 November 2019 22:05
Jakarta: Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, menyebut perkembangan teknologi robotik yang menggantikan tugas manusia belum sempurna. Sebab, disrupsi teknologi harus berdampak positif bagi manusia.
 
“Teknologi memang sangat powerfull. Namun seyogianya disrupsi teknologi yang tengah berlangsung harus memiliki dampak positif kepada manusia," kata Yenny saat membuka acara Disrupto 2019 di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.
 
Yenny mengatakan Gus Dur pernah berpesan singkat namun mendalam dan penuh makna terkait tiga substansi terkait hubungan antar-manusia. Intinya, wujudkan peradaban di mana manusia saling mencintai, mengerti, dan menghidupi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hal tersebut bermakna secanggih dan sehebat apa pun peradaban, tetap tidak boleh meninggalkan aspek kemanusiaan,” kata Yenny.
 
Disrupto 2019 merupakan gerakan inklusif untuk merayakan disrupsi teknologi yang terjadi di Indonesia. Acara ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak dan menggerakan perekonomian melalui inovasi teknologi.
 
Pembukaan Disrupto 2019 ditandai dengan ‘kehadiran’ Gus Dur secara virtual. Acara ini mengusung tema berbeda dibandingkan hajatan yang sama tahun lalu.
 
Co-Founder WIR Group sekaigus penggagas Disrupto, Daniel Surya menjelaskan Disrupto 2018 lebih menitikberatkan pada startup, investor dan blockchain. Sedangkan Disrupto 2019 lebih mengeksplorasi tantangan yang akan dihadapi umat manusia pada masa datang sehingga tema yang diambil adalah ‘The Future of Humanity’.
 
Daniel mengatakan banyak topik utama yang akan dibahas selama tiga hari penyelenggaraan Disrupto. Salah satunya, menghadirkan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
 
“Kita berharap, Disrupto akan membuka pandangan masyarakat Indonesia terkait perkembangan AI yang telah banyak digunakan di dunia luar,” kata Daniel.
 
Disrupsi teknologi, kata Daniel, saat ini telah sampai ke teknologi pintar menuju ke humanoid robotic, augmented reality, dan bionic. “Ini tentu tidak bisa dihindari. Karenanya, kami sengaja mengusung topik untuk Disrupto 2019, The Future of Humanity. Bagaimana teknologi membawa kepada Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
 
Disrupto 2019 digelar di Plaza Indonesia Extension lantai 4, 5 dan 6 sejak Jumat hingga Minggu, 24 November 2019. Pembicara yang akan dihadirkan untuk membahas AI adalah Cyberdyne. Perusahaan asal Jepang yang membuat robot untuk membantu kaum lansia dan difabel dalam mobilitas.
 
Selain itu ada Tilly Lockey, seorang difabel yang terbantu aktivitasnya berkat adanya inovasi teknologi tangan robot dari open bionic. Sejumlah hal lain yang siap menyemarakkan Disrupto 2019 adalah kehadiran Furhat Robotics yaitu robot sosial yang bisa berkomunikasi dan menunjukkan emosi layaknya manusia, Liam Nikuro (influencer virtual) dan lain-lain.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif