Limbah plastik. Ilustrasi/ANT
Limbah plastik. Ilustrasi/ANT

KLHK Dorong Pemerintah Kurangi Sampah Plastik

Nasional Larangan Sampah Plastik
Cindy • 13 Desember 2019 04:30
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta seluruh instansi pemerintah pusat maupun daerah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ini demi mengendalikan pencemaran lingkungan air tanah.
 
"Ini memang bertahap, usulannya dimulai 1 Februari untuk pemerintah pusat dengan jeda waktu selama enam bulan," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan
Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati dikutip dari Antara, Jumat, 12 Desember 2019.
 
Rosa menambahkan pemerintah daerah diberikan jeda satu tahun. Imbauan tersebut diharapkan terealisasi agar peredaran sampah plastik dapat diatasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan sanksi belum diberlakukan. Sebab, hal ini baru sebatas imbauan dan ide dari KLHK. Tak menutup kemungkinan sanksi bakal diterapkan demi menjaga kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
 
"Kementerian terkait akan melakukan pola insentif dan disinentif bagi instansi pemerintah yang bisa menerapkan imbauan itu," ucap Rosa.
 
Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan sampah di laut dengan merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 83 tahun 2018. Tercantum di dalamnya ada lima kelompok kerja melibatkan 16 kementerian dan lembaga.
 
"Masing-masing punya tugas di antaranya peningkatan kesadaran masyarakat, pengendalian sampah di laut, teknologi, pendanaan dan lain sebagainya," ujar Rosa.
 
Kelima kelompok kerja itu mengedepankan tiga strategi, yaitu pendekatan pengurangan sampah, sirkular ekonomi dan pendekatan teknologi. Kepala Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengatakan berdasar penelitian di 18 kota utama Indonesia, ditemukan sebanyak 0,27 hingga 0,59 juta ton sampah masuk ke laut Indonesia selama kurun waktu 2018.
 
"Teman-teman kita ini melakukan pengukuran ke lapangan. Dari jumlah tersebut pada umumnya merupakan sampah dengan jenis styrofoam," kata Tri.
 
Tri menambahkan styrofoam lebih dominan dari jenis sampah lain. Sebab sampah plastik botol masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif