Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto. Foto: MI/Adam Dwi
Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto. Foto: MI/Adam Dwi

Pedagang di Puncak akan Direlokasi

Whisnu Mardiansyah • 08 Februari 2018 14:13
Jakarta: Bangunan liar berupa gubug-gubug dan lapak pedagang yang menjamur di kawasan Puncak, Jawa Barat akan digusur. Selain mengganggu arus lalu lintas, lokasinya rawan terjadi longsor karena berdiri di sisi tebing.
 
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, hampir semua bangunan yang berdiri di tepi tebing tak berizin. Pasca insiden tanah longsor, Bina Marga bakal merelokasi keberadaan bangunan-bangunan tersebut.
 
"Kami akan duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor (membahas relokasi bangunan liar)," kata Arie di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Februari 2018.
 
Baca: Butuh 50% Kawasan Hutan Redam Longsor di Puncak  
 
Para pedagangan akan ditempatkan di satu lokasi khusus. Tidak tersebar seperti saat ini di tepi-tepi tebing dan lereng curam sepanjang jalur nasional yang menghubungkan wilayah Bogor, Cianjur hingga Bandung itu.
 
Dirjen Bina Marga melibatkan ahli perencanaan tata kota Yayat Supriatna konsep penataan kawasan Puncak. Penataan ini ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.
 
"Intinya, pedagang akan ditempatkan di satu area khusus. Engga bisa bertebaran seperti itu. Karena satu bahaya buat mereka juga kemarin ada juga yang meninggal satu karena tidur di lokasi," jelas Arie.
 
Hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor pada Minggu, 4 Februari, malam, hingga Senin, 5 Februari, mengakibatkan bencana longsor di beberapa titik di kawasan Puncak. Lokasi yang mengalami longsor yakni ruas Ciawi-Puncak yang berada di Gunung Mas, Riung Gunung, Grand Hill, dan Masjid Attaawun. Pada ruas Puncak Pas-Bts, Kota Cianjur, longsor terjadi di Puncak Pas dan ruas Ciawi-Benda, serta di Ciawi-Benda Pasar Cikereteg.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>