Wali Kota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas setelah hilang misterius. Foto: AFP
Wali Kota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas setelah hilang misterius. Foto: AFP

Kenangan Wali Kota Seoul: Janji Bantu Jokowi Bersihkan Kali Jakarta

Nasional korea selatan Rangkuman Nasional
Yogi Bayu Aji • 10 Juli 2020 14:02
Seoul: Wali Kota Seoul, Korea Selatan (Korsel), Park Won-soon, ditemukan tewas setelah tujuh jam dinyatakan hilang. Keluarga melaporkan Park hilang setelah menemukan pesan di rumah mereka, Jumat, 10 Juli 2020.
 
Park dilaporkan hilang pukul 17.17 waktu setempat, Kamis, 9 Juli 2020. Dia meninggalkan pesan seperti wasiat dengan kondisi telepon seluler dalam keadaan mati.
 
Lebih dari 770 petugas polisi, pemadam kebakaran, dan ambulans dimobilisasi mencari pria berusia 64 tahun itu. Jasad Park akhirnya ditemukan di Gunung Bukak, Seongbuk-gu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tidak ada catatan bunuh diri yang tertinggal dan barang-barangnya ditemukan di dekatnya,” kata Choi Ik-soo, pejabat Departemen Kejahatan Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, seperti dikutip CNN, Jumat 10 Juli 2020.
 
Di sisi lain, menurut kantor berita Yonhap, Park dianggap telah mengakhiri hidupnya sendiri. Beberapa hari terakhir, mantan pengacara hak asasi manusia (HAM) dan calon potensial presiden Korsel itu dituduh melakukan pelecehan seksual.
 
Park Won-soon sejatinya bukan orang asing bagi publik Indonesia, khususnya Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungannya ke Korsel, Jokowi beberapa kali bertemu Park.
 
Pada Selasa, 17 Mei 2016, contohnya, Jokowi mendapatkan penghargaan sebagai warga kehormatan Kota Seoul. Penganugerahan itu diberikan langsung Park Won-soon di Seoul Museum of History.
 
Dalam kesempatan itu, Presiden bercerita 15 tahun yang lalu, dirinya masih menjadi wali kota Surakarta, Jawa Tengah. Pada 2012, dia terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta. Dua setengah tahun setelahnya, Jokowi menjadi presiden Indonesia.
 
"Pada saat menjadi gubernur di Jakarta, saat itu sebenarnya saya ingin belajar untuk mengatasi macet dan banjir ke Kota Seoul karena Kota Seoul adalah sister city dengan Jakarta. Sayangnya belum sempat belajar ke Seoul," kata Jokowi.
 
Baca:Wali Kota Seoul Meninggal Diduga Terkait Tuduhan Pelecehan Seksual
 
Saat bertemu Park, Presiden pun banyak bertanya tentang banjir dan kemacetan. Dia senang bisa mendapatkan kesempatan melihat langsung cara Seoul mengentaskan permasalah perkotaan ini.
 
Pada Selasa, 11 September 2018, Jokowi kembali bertemu Park. Kali ini Presiden diajak lari pagi sembari menyusuri Sungai Cheongyecheon yang jernih kendati berada di dalam kota besar.
 
"Ini sebuah sungai di kota yang bersih sekali, Sungai Cheongyechoen, sebuah inspirasi bagus. Kalau di Jakarta ada Ciliwung jadi bersih seperti ini," kata Presiden usai menyusuri Sungai Cheongyecheon di Seoul.
 
Kepala Negara mengungkapkan Sungai Cheongyechong pada 2003 kondisinya kurang lebih sama dengan Sungai Ciliwung. Namun, dalam waktu dua tahun tiga bulan perbaikan, sungai itu menjadi sangat bersih.
 
Baca: Presiden Mimpi Ciliwung Sebersih Sungai Cheongyecheon Seoul
 
"Kalau jadi warga kehormatan di sini minta apa saja diberi. Saya minta resepnya bangun apa ini Sungai Chongyesheon ini ke Mayor Park (Won-soon)," jelas Presiden.
 
Sementara itu, Park Wo-soon sangat terkesan dengan kehadiran Presiden Jokowi di Sungai Cheongyecheon. Dia pun siap membantu permasalahan sungai di Jakarta.
 
"Jakarta dan Seoul adalah sister city, apa pun yang Bapak perlukan kami siap karena Bapak (Presiden Jokowi) warga kehormatan Seoul," kata Park Wo-soon.
 

(OGI)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif