Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel/Medcom.id/Fachri.
Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel/Medcom.id/Fachri.

Jurus Dubes Agus Perkokoh Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi

Nasional indonesia-arab saudi
Fachri Audhia Hafiez • 31 Juli 2020 07:00
Jakarta: Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel berbagi cerita mengenai upaya diplomasi yang diupayakan. Agus rupanya punya jurus-jurus khusus untuk memperkokoh hubungan Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi.
 
Pada masa-masa awal menjabat pada 2016, Agus mengawali diplomasi dengan mendekati pengusaha Alwaleed bin Talal. Ia mendekati pemilik saham Twitter dan Citibank itu sebagai langkah diplomasi berbasis ekonomi.
 
"Jadi saya ingat pesan Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada kami, kemudian saya terjemahkan sendiri bahwa diplomasi itu artinya harus ada kemanfaatan ekonomi untuk bangsa Indonesia," kata Agus dalam dalam program NewsMaker yang dipandu Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar, Kamis, 30 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus juga menceritakan upayanya mendatangkan Majelis Syuro Arab Saudi ke Indonesia pada 2017 untuk pertama kali. Kala itu Ketua Majelis Syuro Arab Saudi Syeikh Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Al-Syeikh bertemu dengan mantan Ketua DPR Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
 
Puncak diplomasi yang paling bersejarah yakni saat Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud mengunjungi Indonesia. Untuk pertama kalinya setelah 47 tahun Raja Arab Saudi kembali menapakkan kaki di tanah air.
 
Agus menceritakan semangatnya mengupayakan Raja Salman bertamu ke Indonesia pada 2017. Ia teringat pesan Raja Arab Saudi Faisal bin Abdulaziz al-Saud yang datang ke Indonesia pada 1970 tentang persahabatan antara Indonesia dengan Arab Saudi.
 
"Ketika itu Raja Faisal mengatakan 'pengingkaran persahabatan tulus antara Saudi dan Indonesia kata Raja Fasial itu seperti kita mengingkari sinar matahari di siang hari'. Itulah yang akhirnya energi kami melangkah," ujar Agus.
 
Di eranya menjabat, Agus menggagas istilah poros Saunesia atau Arab Saudi Indonesia. Saunesia sebagai pengingat persahabatan kedua negara.
 
"(Istilah) itu enggak ada dalam kamus-kamus, kamus Arab, kamus Inggris enggak ada. Tapi istilah ini akan selalu ada di hati kedua bangsa," ucap Agus.
 
Semua kerja-kerja yang Agus lakukan dianggap sebagai takdir diplomatik. Ia menolak disebut semua upaya yang ia lakukan itu sebuah kesuksesan diiringi resep pamungkas.
 
"Semua ini jadi irisan-irisan takdir (bagi saya). Ada doa gemuruh bangsa Indonesia yang menjadi energi dasar kami untuk melangkah," kata Agus.
 

(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif