Ilustrasi anak.
Ilustrasi anak.

Penilaian Akademis Anak Penyandang Disabilitas Selama Pandemi Berubah

Nasional penyandang disabilitas anak berkebutuhan khusus
Sri Yanti Nainggolan • 29 Juli 2020 12:13
Jakarta: Kepala Sekolah Luar Biasa Ganda (SLBG) Rawinala Budi Prasojo mengungkapkan sistem pembelajaran selama pandemi covid-19 (korona) berubah. Sistem penilaian juga berubah.
 
Dia menjelaskan sistem belajar anak penyandang disabilitas bersifat kualitatif. Sekolah lebih fokus pada kesulitan orang tua dalam mengajar APD di rumah.
 
"Bukan angka tapi narasi," ujar Rawinala dalam webinar, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Interaksi antara guru dan orang tua dikedepankan selama pembelajaran jarak jauh. Keduanya menjadi mitra dalam membimbing anak penyandang disabilitas.
 
"Home visit juga ada, guru berkunjung ke rumah memberi pendampingan langsung. Waktu berdasarkan kesepakatan," beber dia.
 
Budi menyebut target kurikulum tak harus tercapai dalam pembelajaran daring. Terpenting, kegiatan belajar mengajar menyenangkan.
 
"Sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga," kata dia.
 
Ia juga menekankan fokus pembelajaran anak penyandang disabilitas berbasis kecakapan hidup, terutama yang berhubungan dengan protokol kesehatan. Anak-anak dilatih terbiasa mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker.
 
(Baca: Guru Kunjung, Sistem Belajar untuk Anak Berkebutuhan Khusus)
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif