Vaksin Tak Sepenuhnya Membuat Tubuh Kebal, Masyarakat Diminta Taat Prokes
Fachri Audhia Hafiez • 24 Juni 2021 17:46
Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendorong masyarakat yang telah menerima vaksin covid-19 tetap patuh protokol kesehatan (prokes). Sebab, vaksin tidak menjamin tubuh kebal dari paparan virus tersebut.
"Di mana-mana juga menyampaikan bahwa (vaksin) ini tidak kemudian (membuat) kebal atau benar-benar kebal dan tidak akan terkena," kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi kepada Medcom.id, Kamis, 24 Juni 2021.
Baca: 10 dari 61 Dokter Meninggal Akibat Covid-19 Sudah Divaksin Lengkap
Adib mengatakan informasi yang perlu diluruskan ke masyarakat adalah vaksin memberikan perlindungan dari infeksi covid-19 yang lebih parah. Bahkan, mencegah pasien yang terinfeksi meninggal.
"Vaksinasi mempunyai efektifitas untuk mencegah tingkat keparahan, ini yang harus dipahami," ujar Adib.
Dia mencontohkan temuan 358 tenaga kesehatan dan dokter di Kudus, Jawa Tengah, yang terpapar covid-19. Padahal, vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan dokter sudah 100 persen.
"Artinya risiko paparan itu masih bisa terjadi walaupun sudah divaksin. Tetapi vaksinasi mencegah untuk tingkat keparahan ya, dan tidak masuk dalam kondisi berat," ucap Adib.
PB IDI, kata Adib, tetap menggaungkan agar masyarakat menerapkan disiplin prokes ketat. Sebab, cakupan vaksinasi di Indonesia belum meluas.
Apalagi, kekebalan kelompok (herd immunity) sebanyak 70 persen dari total jumlah penduduk juga belum tercapai. "Walaupun (sudah) divaksin harus tetap prokes, tetap memakai masker, dan menjaga jarak. Semuanya itu tetap dilakukan (bahkan) di semua negara," kata Adib.
Vaksin untuk Indonesia
Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/BxExvZ7vBA4" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mendorong masyarakat yang telah menerima vaksin covid-19 tetap patuh protokol kesehatan (prokes). Sebab, vaksin tidak menjamin tubuh kebal dari paparan virus tersebut.
"Di mana-mana juga menyampaikan bahwa (vaksin) ini tidak kemudian (membuat) kebal atau benar-benar kebal dan tidak akan terkena," kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi kepada Medcom.id, Kamis, 24 Juni 2021.
Adib mengatakan informasi yang perlu diluruskan ke masyarakat adalah vaksin memberikan perlindungan dari infeksi covid-19 yang lebih parah. Bahkan, mencegah pasien yang terinfeksi meninggal.
"Vaksinasi mempunyai efektifitas untuk mencegah tingkat keparahan, ini yang harus dipahami," ujar Adib.
Dia mencontohkan temuan 358 tenaga kesehatan dan dokter di Kudus, Jawa Tengah, yang terpapar covid-19. Padahal, vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan dokter sudah 100 persen.
"Artinya risiko paparan itu masih bisa terjadi walaupun sudah divaksin. Tetapi vaksinasi mencegah untuk tingkat keparahan ya, dan tidak masuk dalam kondisi berat," ucap Adib.
PB IDI, kata Adib, tetap menggaungkan agar masyarakat menerapkan disiplin prokes ketat. Sebab, cakupan vaksinasi di Indonesia belum meluas.
Apalagi, kekebalan kelompok (herd immunity) sebanyak 70 persen dari total jumlah penduduk juga belum tercapai. "Walaupun (sudah) divaksin harus tetap prokes, tetap memakai masker, dan menjaga jarak. Semuanya itu tetap dilakukan (bahkan) di semua negara," kata Adib.
Vaksin untuk Indonesia
Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.