Jakarta: Semerbak aroma kopi nusantara hingga kelezatan nasi goreng sukses memikat publik di Negeri Beruang Merah. Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Rusia resmi menggelar Indonesia Culinary Diplomacy Festival 2026 di Kota Tver, Rusia, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Ajang diplomasi rasa dan budaya ini diselenggarakan sebagai bagian dari semarak perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang diketuai Aqila Rahmani. Menggandeng Pemerintah Oblast Tver, Administrasi Kota Tver, serta ANO "Pusat Industri Media", perhelatan ini berlangsung di dua titik strategis, yakni Perpustakaan Ilmiah Universal Regional Tver A.M. Gorky dan Hotel Pushkin Tver.
Gubernur Oblast Tver, Vitaly Korolev, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang pertukaran budaya yang konkret sekaligus pintu masuk kerja sama bilateral yang lebih luas. Terlebih lagi saat ini, IbuKota wilayah Volga Atas telah menjadi titik pertemuan budaya, tradisi, dan cita rasa.
"Festival yang kami buka ini jauh melampaui sekadar perayaan gastronomi. Festival ini memberi kesempatan kepada semua orang untuk merasakan kekayaan budaya Indonesia, seperti pertunjukan dari kelompok kreatif, kuliner, kelas master, dan diskusi meja bundar," katanya dikutip dari siaran pers, Sabtu, 7 November 2026.
Ia menambahkan, Inilah tepatnya bagaimana melalui budaya, kuliner, dan komunikasi bisnis dapat membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Rusia. "Membuka peluang baru untuk mengembangkan hubungan kemanusiaan, ekonomi, dan perdagangan antara Wilayah Tver dan Indonesia,” tegas Vitaly Korolev dilansir dari vesti-tver.ru.
Dukungan serupa mengalir dari jajaran kabinet Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi kolaborasi lintas negara ini melalui tayangan video resmi.
"Bagi Indonesia dan Rusia, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan budaya, bertukar pengetahuan, serta membangun jejaring antara pelaku usaha kedua negara. Dari sini, kita dapat mengembangkan promosi produk kedua negara, perdagangan bahan pangan dan rempah - rempah, serta kolaborasi antarpelaku bisnis kuliner yang bermanfaat bagi kedua negara," jelas Riefky.
Senada, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, turut menekankan pentingnya diplomasi gastronomi sebagai representasi identitas bangsa di kancah global. "Kuliner diplomasi Indonesia merupakan kekayaan budaya Indonesia, melalui kuliner, kita dapat memperkenalkan identitas, tradisi, keragaman Indonesia kepada masyarakat dunia. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat diplomasi budaya kedua negara," terang Fadli Zon.
Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menambahkan, sinergi internasional merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi kreatif masa kini. "Kami berharap bahwa GEKRAFS sebagai sebuah gerakan ekonomi kreatif terbesar di dunia ini dapat memberikan manfaat dan dampak bagi ekosistem ekonomi kreatif. Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan bagi perkembangan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia-Rusia," tuturnya.
Tak sebatas seremonial, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Moskow, Hartyo Harkomoyo ini memanfaatkan momentum ini untuk menjajaki peluang ekonomi strategis, termasuk rantai pasok komoditas pangan dan energi. "Dalam hal kemitraan strategis global, ada beberapa area kunci yang menjadi fokus kedua pemerintah. Yang terpenting, ini termasuk energi, ketahanan pangan, dan pengembangan kebijakan sumber daya manusia," kata Hartyo Harkomoyo seperti dikutip dari tverigrad.ru.
Keseruan festival kian terasa pada sesi bazar Indonesia Taste Market and Tver Table. Berbagai produk unggulan daerah unjuk gigi di hadapan publik Rusia.
DPC GEKRAFS Kota Batu memboyong batik, keripik tempe, keripik nangka, serta biji kopi mentah (green bean) dan olahan. Sementara itu, DPC GEKRAFS D.I. Yogyakarta memikat pengunjung lewat sajian kopi roasted Prau Hybrid-Wash Oxigenium, permen Sindoro Lavender, serta paket promosi wisata.
Dukungan KADIN Jawa Timur turut melengkapi pameran melalui ekshibisi rempah-rempah, teh kulit kopi (cascara), pupuk organik, hingga coconut shell activated carbon. Stan kuliner pun dipadati pengunjung yang ingin mencicipi langsung nasi goreng, risoles ayam suwir, pisang goreng dadu, hingga kue talam pandan hijau dari Café Kalpataru, kafe Indonesia pertama di Saint Petersburg.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan