medcom.id, Semarang: Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berang atas pernyataan mantan Sekda Kota Solo Supradi Kertamenawi yang menjelek-jelekkan Joko Widodo (Jokowi) pada masa menjadi Wali Kota Solo.
"Pernyataan Pak Supradi itu tidak betul. Semuanya nggak bener. Itu adalah pernyataan kekecewaan Supradi yang kalah saat Pilwakot Solo pada 2010," kata Hadi di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/7/2014).
Hadi menilai, pernyataan Supradi basi. Keterangan itu sudah pernah diangkat media saat Jokowi maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Rudy tegas mengatakan, semua yang dikatakan Supradi tentang Jokowi tak ada yang benar.
"Tidak ada yang mangkrak. Taman-taman bisa cek sendiri, bagaimana kondisinya. Pasar Tradisional terus kita bangun. Kalau Terminal Tirtonadi, ini kan memerlukan anggaran yang besar. APBD kita kan tidak mampu, sehingga pembangunannya harus bertahap," papar Hadi.
Hadi juga menepis pernyataan Supradi yang menyebutkan penampilan Jokowi dengan pakaian yang sederhana saat menjadi gubernur atau capres hanya pencitraan. Menurut Rudy, penampilan Jokowi saat ini dengan baju putih atau kotak-kotak, celana hitam dan sepatu ket, adalah keseharian Jokowi di Solo, saat dan sebelum menjadi wali kota.
"Kalau ada yang bilang tiap hari selalu pakai jas dasi, jas dasi, itu nggak benar. Kalau ke kantor memang iya. Kan ada hari-hari resmi yang kadang harus pakai jas, pakai pakaian adat dan lain-lain. Kalau saya ajak ke lapangan, menemui warga ya pakaiannya seperti di Jakarta itu," terang Hadi.
Hadi menyampaikan mantan koleganya di Solo itu tidak pernah melakukan pencitraan. Apalagi hanya lewat pakaian atau penampilan. Menurut ia, Jokowi tipe orang yang suka bekerja keras, ikhlas serta apa adanya.
Sebelumnya, Supradi Kertamenawi, mantan Sekda Kota Solo era Jokowi menyebut penampilan capres PDIP yang terkesan sederhana dan merakyat, dengan baju putih atau kotak-kotak, celana hitam serta sepatu ket, hanya sebuah pencitraan. Tujuannya adalah merebut simpati atau hati rakyat, agar citranya naik.(HT)
medcom.id, Semarang: Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berang atas pernyataan mantan Sekda Kota Solo Supradi Kertamenawi yang menjelek-jelekkan Joko Widodo (Jokowi) pada masa menjadi Wali Kota Solo.
"Pernyataan Pak Supradi itu tidak betul. Semuanya nggak bener. Itu adalah pernyataan kekecewaan Supradi yang kalah saat Pilwakot Solo pada 2010," kata Hadi di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/7/2014).
Hadi menilai, pernyataan Supradi basi. Keterangan itu sudah pernah diangkat media saat Jokowi maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Rudy tegas mengatakan, semua yang dikatakan Supradi tentang Jokowi tak ada yang benar.
"Tidak ada yang mangkrak. Taman-taman bisa cek sendiri, bagaimana kondisinya. Pasar Tradisional terus kita bangun. Kalau Terminal Tirtonadi, ini kan memerlukan anggaran yang besar. APBD kita kan tidak mampu, sehingga pembangunannya harus bertahap," papar Hadi.
Hadi juga menepis pernyataan Supradi yang menyebutkan penampilan Jokowi dengan pakaian yang sederhana saat menjadi gubernur atau capres hanya pencitraan. Menurut Rudy, penampilan Jokowi saat ini dengan baju putih atau kotak-kotak, celana hitam dan sepatu ket, adalah keseharian Jokowi di Solo, saat dan sebelum menjadi wali kota.
"Kalau ada yang bilang tiap hari selalu pakai jas dasi, jas dasi, itu nggak benar. Kalau ke kantor memang iya. Kan ada hari-hari resmi yang kadang harus pakai jas, pakai pakaian adat dan lain-lain. Kalau saya ajak ke lapangan, menemui warga ya pakaiannya seperti di Jakarta itu," terang Hadi.
Hadi menyampaikan mantan koleganya di Solo itu tidak pernah melakukan pencitraan. Apalagi hanya lewat pakaian atau penampilan. Menurut ia, Jokowi tipe orang yang suka bekerja keras, ikhlas serta apa adanya.
Sebelumnya, Supradi Kertamenawi, mantan Sekda Kota Solo era Jokowi menyebut penampilan capres PDIP yang terkesan sederhana dan merakyat, dengan baju putih atau kotak-kotak, celana hitam serta sepatu ket, hanya sebuah pencitraan. Tujuannya adalah merebut simpati atau hati rakyat, agar citranya naik.(HT)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)