Wartawan Medcom.id, Candra Yuri Nuralam, menerima vaksinasi di KPK.
Wartawan Medcom.id, Candra Yuri Nuralam, menerima vaksinasi di KPK.

Rasanya Vaksinasi

Nasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Candra Yuri Nuralam • 23 Februari 2021 11:09
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan vaksinasi para pegawainya hari ini. Vaksinasi hari ini dibarengi dengan para wartawan.
 
Jurnalis Medcom.id, Candra Yuri Nuralam, menjadi salah satu wartawan yang divaksinasi di KPK. Candra membeberkan semua proses vaksinasi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.
 
Panitia awalnya mengarahkan calon penerima vaksin ke meja registrasi. Hal ini dilakukan untuk mendata orang-orang yang telah mendaftar untuk menerima vaksin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nomor urut 72 sebagai penerima vaksin covid-19 hari ini sudah 'dikantongi'. Setelah mendapatkan nomor urut itu, petugas mengarahkan para calon penerima vaksin ke ruang tunggu.
 
Setelah menunggu selama 30 menit, tahapan-tahapan vaksinasi mukai berjalan. Ada tiga tahap sebelum vaksin itu disuntikkan ke tubuh.
 
Pertama, mendatangi meja pendataan. Di situ, petugas medis mendata identitas dan meminta nomor untuk diisi ke dalam formulir.
 
Setelah itu, formulir dibawa ke meja kedua. Di situ, penerima vaksin dites kesehatannya. Pengecekan terdiri wawancara terkait pernah tidaknya terpapar covid-19, mempunyai alergi obat, dan sedang dalam kondisi batuk atau pilek di hari ini.
 
Setelah melakukan wawancara, petugas medis melakukan pengecekan tensi darah. Di tahap ini, proses bakal dihentikan jika tekanan darah calon penerima vaksin terlalu tinggi.
 
Pengecekan tensi darah lolos langsung dan diarahkan masuk ke dalam bilik vaksinasi. Ada dua petugas medis di sana.
 
"Lengan baju kirinya di angkat ya Mas, tiga jari dari bahu, kalau tidak dibuka saja sebentar," kata salah satu petugas medis di bilik vaksinasi.
 
Petugas medis kemudian menyiapkan vaksin yang akan disuntikkan. Lalu, petugas dengan suntikan berisi vaksin itu menghampiri.
 
"Hanya sebentar ya, ditahan, rileks saja," ujar petugas medis.
 
Jarum suntik itu kemudian menembus bagian kulit lengan kiri. Sedikit sakit, namun rasa itu hanya sementara karena penyuntikan berlangsung kurang dari dua detik.
 
"Sudah ya Mas, formulirnya dibawa ke ruang observasi," kata dia.
 
Baca: Kemenkes Gandeng Masyarakat Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19
 
Proses di ruang observasi berupa penyerahan formulir yang dibawa dari ruang penyuntikan dan diminta menunggu 30 menit. Setelah pukul 10.34 WIB, salah satu petugas memanggil.
 
"Ada keluhannya setelah 30 menit?" ucap petugas medis itu.
 
Selama 30 menit yang dirasakan hanya pegal di awal. Pegal itu merupakan bekas jarum suntik yang menembus kulit. Setelahnya, tidak ada keluhan apa pun.
 
Petugas medis itu pun mengembalikan formulir vaksin. Petugas itu juga mengingatkan untuk menjalani vaksinasi tahap dua pada pada 9 Maret 2021.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif