medcom.id Jakarta: Mabes Polri bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi membahas kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan, pertemuan membahas pengamanan kedatangan Raja Salman, Rabu 1 Maret 2017.
"Polri bagian sistem pengamanan tersebut yang memberikan dukungan personel, peralatan, dan taktik tenis. Ini koordinasi untuk proses pengamanan kunjungan Raja Arab Saudi," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 24 Februari 2017.
Martinus menegaskan, Indonesia akan menberi pengamanan optimal dalam menyambut Raja Salman. Pihaknya juga bekerja sama dengan pasukan pengaman presiden (Paspampres).
"Dari Polri berterima kasih dan berupaya optimal dalam pengamanan bekerja sama dengan Paspampres," ujar Martinus
Raja Salman, kata Martinus, masuk dalam kategori very very important person (VVIP). Sebagai salah satu bagian sistem pengamanan kepala negara dengan klasifikasi VVIP, Polri berkomitmen memberi service terbaik bagi tamu kehormatan Presiden Joko Widodo itu.
Kesibukan menyambut kunjungan Raja Salman sudah dimulai dari sekarang. Kedatangan Raja Salman sangat spesial karena terjadi pertama kali setelah 46 tahun.
Presiden bakal menjemput Raja Salman sejak turun pesawat. Tindakan serupa juga dilakukan Raja Salman ketika Jokowi mengunjungi Saudi.
Jokowi juga bakal memberi Bintang Kehormatan Tertinggi kepada Raja Salman. Pemberian penghargaan merupakan balasan atas kehormatan yang sama yang pernag diberikan Raja Salman kepada Presiden ke-7 Indonesia itu.
Raja Salman setidaknya membawa 1.500 orang ke Indonesia. Tak hanya itu, ia juga membawa 10 menteri dan 25 pangeran dalam rombongan.
medcom.id Jakarta: Mabes Polri bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi membahas kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan, pertemuan membahas pengamanan kedatangan Raja Salman, Rabu 1 Maret 2017.
"Polri bagian sistem pengamanan tersebut yang memberikan dukungan personel, peralatan, dan taktik tenis. Ini koordinasi untuk proses pengamanan kunjungan Raja Arab Saudi," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 24 Februari 2017.
Martinus menegaskan, Indonesia akan menberi pengamanan optimal dalam menyambut Raja Salman. Pihaknya juga bekerja sama dengan pasukan pengaman presiden (Paspampres).
"Dari Polri berterima kasih dan berupaya optimal dalam pengamanan bekerja sama dengan Paspampres," ujar Martinus
Raja Salman, kata Martinus, masuk dalam kategori
very very important person (VVIP). Sebagai salah satu bagian sistem pengamanan kepala negara dengan klasifikasi VVIP, Polri berkomitmen memberi
service terbaik bagi tamu kehormatan Presiden Joko Widodo itu.
Kesibukan menyambut kunjungan Raja Salman sudah dimulai dari sekarang. Kedatangan Raja Salman sangat spesial karena terjadi pertama kali setelah 46 tahun.
Presiden bakal menjemput Raja Salman sejak turun pesawat. Tindakan serupa juga dilakukan Raja Salman ketika Jokowi mengunjungi Saudi.
Jokowi juga bakal memberi Bintang Kehormatan Tertinggi kepada Raja Salman. Pemberian penghargaan merupakan balasan atas kehormatan yang sama yang pernag diberikan Raja Salman kepada Presiden ke-7 Indonesia itu.
Raja Salman setidaknya membawa 1.500 orang ke Indonesia. Tak hanya itu, ia juga membawa 10 menteri dan 25 pangeran dalam rombongan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)