dokter pengampu penyakit hepatitis dari divisi gastroenterohepatologi bagian penyakit dalam, Gede Somayana (kanan). Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
dokter pengampu penyakit hepatitis dari divisi gastroenterohepatologi bagian penyakit dalam, Gede Somayana (kanan). Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Pemerintah Memfasilitasi Pengobatan Hepatitis di Bali

Theofilus Ifan Sucipto • 31 Juli 2019 15:13
Bali: Bantuan pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi penyakit hepatitis mengalir hingga ke Bali. Sejumlah rumah sakit di Pulau Dewata semakin maksimal dalam memberikan pengobatan.
 
"Kami di Rumah Sakit Sanglah Bali diberi pengobatan gratis oleh pemerintah sejak November 2017," kata dokter pengampu penyakit hepatitis dari divisi gastroenterohepatologi bagian penyakit dalam, Gede Somayana, di lokasi, Rabu, 31 Juli 2019.
 
Gede menjelaskan bantuan dari pemerintah berupa pengobatan Direct Acting Antiviral (DAA). Pengobatan tersebut, kata dia, sangat diapresiasi dalam dunia medis. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terobosan terapi DAA dianggap salah satu keajaiban terapi hepatitis C," ujarnya.
 
DAA merupakan sebuah terapi bagi penderita hepatitis C. Terapi dilakukan tiga sampai enam bulan.
 
Sebelum menerima fasilitas DAA, terang dia, RS Sanglah hanya menggunakan terapi standar yakni penggunaan interferon. Terapi ini dilakukan dengan memasukkan protein untuk melawan virus hepatitis.
 
Menurut dia, inteferon tidak seefektif terapi DAA. Interferon memiliki banyak efek samping, tidak bisa digunakan oleh orang lanjut usia (lansia), dan persentase kesembuhan di bawah 50 persen.
 
"Kalau terapi DAA tingkat kesembuhan di atas 90 persen," kata Gede. 
 
Gede mengatakan RS Sanglah sudah mengobati 150 penderita hepatitis sejak November 2017. RS Sanglah saat ini juga membuka fasilitas screening dan pengobatan hepatitis tipe lainnya.
 
"Tapi fokusnya di tipe B dan C karena bisa menyebabkan kronis dan kanker," ucap dia.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, mengatakan memfasilitasi pengobatan DAA bukti pemerintah serius mengatasi hepatitis. Pemerintah tak hanya mengupayakan pencegahan, tapi pengobatan yang komprehensif.
 
Dia membeberkan besaran dana yang dikucurkan pemerintah untuk sekali pengobatan. Pemerintah mengucurkan biaya sebesar Rp60 juta untuk paket pengobatan DAA periode enam bulan. Sedangkan pengobatan tiga bulan sebesar Rp30 juta.
 
Anung mengatakan pemerintah akan terus meminimalisir efek jangka panjang hepatitis. Namun, dia juga meminta masyarakat menjaga pola hidup sehat. 
 
"Ke depannya kita berharap tidak banyak yang sakit. Tapi kalau sakit, kita tangani dengan memberi pelayanan," ujar Anung. 
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif