Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Ahmad Subaidi

Jokowi Ajak Mubaligh Basmi Terorisme

Achmad Zulfikar Fazli • 14 Mei 2018 16:33
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengajak para mubaligh ikut merawat dan menjaga ketentraman negara. Ia tak ingin ada lagi aksi radikalisme di tengah masyarakat.
 
"Menjadi tugas kita bersama, ulama, kiai, ustaz, mubaligh, di mana saja kita berada untuk menjaga, merawat negara ini agar ke depan negara tetap baik, dan bersatu. Tidak ada lagi yang namanya teroris, yang melakukan bom bunuh diri dengan cara-cara yang kemarin kita lihat, sangat tidak beradab," kata Jokowi dalam acara Halaqoh Nasional Hubbul Wathon dan Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara (GN-MBN) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin, 14 Mei 2018.
 
Menurut dia, sudah menjadi tugas semua pihak menyelesaikan masalah terorisme ini. Ia mengakui Indonesia masih memiliki banyak kekurangan dan harus dibenahi.
 
Indonesia, lanjut dia, merupakan negara besar. Sehingga tak mudah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul. Ia menilai perlu waktu dan ada keterlibatan semua pihak untuk ikut membenahi negara ini.
 
"Belum tuntas kerja-kerja kita semua, karena sebuah negara, di mana pun, menjadi negara besar, negara kuat, pasti ada cobaannya, ujian, tantangan, hambatan," pungkas dia.
 
Baca: Kapolri: Pengebom di Surabaya dan Sidoarjo Satu Keluarga
 
Aksi terorisme terjadi dalam kurun dua hari ini. Pertama aksi itu Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu pagi, 13 Mei. Pada malam harinya, ledakan terjadi di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur.
 
Terakhir, terduga teroris melakukan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, Senin pagi tadi. Serangkaian aksi ini menyebabkan puluhan orang tewas, termasuk terduga pelaku.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>