Sabar Gorky dan Tim Ekspedisi Indonesia Raya. Foto: MTVN/Anindya Legia Putri
Sabar Gorky dan Tim Ekspedisi Indonesia Raya. Foto: MTVN/Anindya Legia Putri

Sabar Gorky & Tim Ekspedisi Indonesia Akan Mendaki Gunung Aconcagua

Anindya Legia Putri • 18 Februari 2016 18:42
medcom.id, Jakarta: Sabar Gorky akan kembali unjuk gigi. Gorky bersama Tim Ekspedisi Indonesia Raya dari Korps Marinir akan mendaki Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina.
 
Gorky dan Tim Ekspedisi Indonesia Raya akan berangkat menuju Argentina malam ini setelah upacara pelepasan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis 18 Februari.
 
Tomy Winata, pendiri Yayasan Artha Graha Peduli, yang turut mendukung Ekspedisi Indonesia Raya ini mengatakan, pendakian ini untuk membuktikan ke dunia bahwa Indonesia mampu dan bisa menaklukkan apa yang diinginkan.

"Kepada anak-anak Indonesia yang tidak diberi kelengkapan, percayalah bahwa kalian bisa dan mampu, karena anak Indonesia bukanlah pecundang. Pak Gorky bisa bawa mimpi itu untuk anak-anak Indonesia," kata Tomy di Hotel Borobodur.
 
Sabar Gorky & Tim Ekspedisi Indonesia Akan Mendaki Gunung Aconcagua
Sabar Gorky. Foto: MTVN/Anindya Legia Putri
 
Gorky mengalami kecelakaan pada 1990. Kejadian itu membuatnya kehilangan kaki kanan. Pria kelahiran Solo ini sempat putus asa.
 
Lenie Indria, istrinya, membakar semangat Gorky agar kembali menjalani kegiatan panjat tebing, mendaki gunung, dan bersepeda.
 
Dengan keterbatasan fisik, Gorky mampu mencapai puncak Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia, pada Agustus 2011, Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania, Afrika, pada November 2011, dan Puncak Cartensz (4.884 mdpl) di Papua, Indonesia, pada Agustus 2015.
 
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Argentina Kartini Sjahrir turut mendukung Gorky dan Tim Ekspedisi Indonesia Raya. Dia mengatakan, Aconcagua adalah salah gunung yang banyak didaki.
 
Kartini menyatakan, Gunung Aconcagua sangat kejam. Iklim di sana cepat berubah dan tanahnya gamping sehingga pendaki harus tiarap untuk mencapai puncak.
 
"Namun yang membanggakan, tidak ada satu pun tim pendaki dari Indonesia yang tidak sampai ke puncak. Pendaki Indonesia dikenal sebagai pendaki yang gigih dan sabar," ujar Kartini.
 
Pendakian Gunung Aconcagua direncanakan memakan waktu 20 hari dengan perkiraan summit pada 5 atau 6 Maret. Anggota Korps Marinir yang ikut dalam kegiatan ini adalah Letkol Rivelson Saragih, Kopda Sigit Purwoko, Kopda Imam Rozikin, Praka Erlando B, dan Praka Didik Rudiyanto.
 
Pendaki lain yaitu aktivis pecinta alam Asep Sumantri, Syatiri Achmad Aswani, serta seorang perempuan Widya Victoria, Redaktur Rakyat Merdeka Online. Bertindak sebagai manajer pendakian yaitu Dar Edi Yoga dan Feriolus Nawawi.
 
Bagi Korps Marinir ini pendakian kedua kali bersama Gorky. Sebelumnya, Tim Korps Marinir terlibat pendakian Cartensz.
 
"Korps Marinir merasa terpanggil untuk mengibarkan bendera Indonesia di tiap puncak negara. Kami memohon doa untuk menjalani tugas anak bangsa dengan baik," kata Mayjen Buyung Lalana.
 
Bagi Gorky, pendakian ini merupakan bukti nyata bagi para tunadaksa untuk tidak menyerah atau malu pada keadaan. Ia tak henti-hentinya bersyukur kepada Yang Maha Kuasa.
 
"Seorang tunadaksa dan cacat yang seringkali dipandang sebagai sampah, bisa diberi kesempatan seperti ini. Saya bersyukur, dan ingin mengubah image tersebut.  Yakinlah bahwa semua bisa kita raih jika ada kemauan," kata Gorky semangat.
 
Sebelumnya, Indonesia berbangga atas penampilan Joey Alexander, musisi jazz Tanah Air berusia 12 tahun, tampil di ajang Grammy Award. Penampilan Joey mendapat pujian dari musisi mancanegara.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan