Suasana ibadah umrah perdana selama pandemi covid-19. AFP
Suasana ibadah umrah perdana selama pandemi covid-19. AFP

Epidemiolog: Jemaah Umrah Wajib Booster dan Gunakan Masker Medis Jenis KN95

Nasional Ibadah Umrah ibadah haji protokol kesehatan Vaksin Booster Varian Omicron
Media Indonesia.com • 10 Januari 2022 16:16
Jakarta: Pemerintah diminta mewajibkan para jemaah umrah asal Indonesia divaksin booster sebelum berangkat ke Arab Saudi untuk beribadah. Para jemaah juga harus menggunakan masker jenis KN95.
 
"Menurut saya jemaah umrah ini harus booster dan bukan hanya status dua vaksin saja, dan paling terpenting penggunaan masker dengan jenis KN95 atau sejenisnya," kata Epidemiolog Dicky Budiman saat dihubungi Media Indonesia, Senin, 10 Januari 2022.
 
Menurut Dicky, seseorang yang sudah melaksanakan vaksin dosis kedua harus diperkuat ketika telah melewati 7 bulan lebih masa proteksi. Terlebih, dua vaksin belum cukup untuk menangkal covid-19 varian Omicron.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau lebih (7 bulan) mending di booster itu yang harus diperkuat dan juga selain itu upaya pengamanan antar kedua Negara Arab dan Indonesia," kata dia.
 
Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia itu menegaskan perjalanan ibadah ke Tanah Suci tidak bisa dikesampingkan. Dia berpesan agar pemerintah bisa meredam perjalanan luar negeri yang tidak memiliki kepentingan mendesak.
 
"Ibadah umrah tenu tidak bisa dikesampingkan karena ini ibadah religius yang harus diutamakan, dalam artian jangan kalah dengan urusan ekonomi, dikalahkan aspek ekonomi apalagi dalam pariwisata yang tidak penting," tegasnya.
 
Baca: Kemenag Ingatkan Operator Umrah Patuhi Kebijakan Satu Pintu
 
Dia juga menyarankan kepada pemerintah untuk meningkatkan pengamanan dan mitigasi setelah setiba di Tanah Air. Di samping harus melakukan karantina 10 hari dengan 3 kali tes swab PCR, monitoring para jemaah yang kembali ke rumah masing-masing menjadi sangat penting untuk dilakukan.
 
"Minimal 10 hari karantina dengan 3 kali swab PCR, 2 di antaranya menjelang hari terakhir karantina, jeda 24 jam harus sama sama negatif, selain itu harus ada pemantauan kembali ke rumahnya, setidaknya 5-7 hari untuk tetap dirumah dan dimonitor," tegas Dicky.
 
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah memberangkatkan sebanyak 419 jemaah muslim Indonesia untuk melaksanakan umrah perdana pada 9 Januari 2022. Wakil Ketua DPP Asosisasi Muslim Penylenggara Haji Umrah Republik Indonesia, Azhar Gazali, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para calon jemaah umrah untuk mengetahui lebih detail pelaksanaan umrah di masa pandemi covid-19.
 
"Jadi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sudah siap, karena sudah dibuktikan dengan adanya keberangkatan kemarin, ini akan terus begrulir Insyallah masyarakat sudah di edukasi tentang berangkat umrah di masa pandemi," kata dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif