medcom.id: Selaku manufaktur helm dunia yang sudah dikenal luas oleh masyarakat biker secara global, Arai kembali memperkenalkan fitur double visor yang berbeda dari biasanya. Yaitu meletakkan visor yang lebih gelap pada bagian luar, sementara visor yang terang pada bagian dalam.
Jika produk helm nasional juga sudah pernah melakukannya di awal-awal era double visor, namun sekarang kecenderungan menggunakan double visor, kebanyakan diletakkan pada bagian dalam untuk bagian yang lebih gelap.
Di Arai, ternyata konsep peletakan visor yang lebih gelap pada bagian luar, justru masih digunakan dan ternyata bukan hanya berfungsi sebagai visor. Namun juga berfungsi sebagai topi transparan. Layaknya helm yang digunakan oleh para motocrosser yang mempunyai topi pelindung dari sinar matahari.
Meski terletak di bagian luar, namun proses perngoperasiannya cukup mudah. Ini bertujuan untuk menjaga konsentrasi pengendara tidak hilang. Bahkan untuk menjaga permukaan visor tidak mengalami goresan-goresan karena pertemuan antara visor bening dan visor yang gelap, sengaja ada jarak yang diberikan diantara keduanya.
Kondisi ini juga memungkinkan pengendara mengoperasikannya dengan cepat tanpa harus takut jika visor helmnya akan tergores. "Fitur yang kami siapkan di Pro Shade adalah fitur yang sudah lama diminta oleh konsumen Arai. Jelas target utama kami adalah perlindungan yang lebih baik. Makanya kami sanga tbangga memiliki produk tersebut," jelas Brian Weston, selaku Managing Director Arai Helmet, Inc.
Arai Pro Shade dibanderol sebesar $100,95 dollar Amerika. Sayangnya belum ada informasi mengenai masuknya produk ini ke pasar nasional.
medcom.id: Selaku manufaktur helm dunia yang sudah dikenal luas oleh masyarakat biker secara global, Arai kembali memperkenalkan fitur
double visor yang berbeda dari biasanya. Yaitu meletakkan visor yang lebih gelap pada bagian luar, sementara visor yang terang pada bagian dalam.
Jika produk helm nasional juga sudah pernah melakukannya di awal-awal era
double visor, namun sekarang kecenderungan menggunakan
double visor, kebanyakan diletakkan pada bagian dalam untuk bagian yang lebih gelap.
Di Arai, ternyata konsep peletakan visor yang lebih gelap pada bagian luar, justru masih digunakan dan ternyata bukan hanya berfungsi sebagai
visor. Namun juga berfungsi sebagai topi transparan. Layaknya helm yang digunakan oleh para motocrosser yang mempunyai topi pelindung dari sinar matahari.
Meski terletak di bagian luar, namun proses perngoperasiannya cukup mudah. Ini bertujuan untuk menjaga konsentrasi pengendara tidak hilang. Bahkan untuk menjaga permukaan visor tidak mengalami goresan-goresan karena pertemuan antara
visor bening dan
visor yang gelap, sengaja ada jarak yang diberikan diantara keduanya.
Kondisi ini juga memungkinkan pengendara mengoperasikannya dengan cepat tanpa harus takut jika
visor helmnya akan tergores. "Fitur yang kami siapkan di Pro Shade adalah fitur yang sudah lama diminta oleh konsumen Arai. Jelas target utama kami adalah perlindungan yang lebih baik. Makanya kami sanga tbangga memiliki produk tersebut," jelas Brian Weston, selaku
Managing Director Arai Helmet, Inc.
Arai Pro Shade dibanderol sebesar $100,95 dollar Amerika. Sayangnya belum ada informasi mengenai masuknya produk ini ke pasar nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)