Seorang pilot memasuki pesawat jet tempur Prancis, Rafale, di Bandara Halim Perdanakusumah, Selasa 21 Agustus 2018 (Foto: Marcheilla Ariesta).
Seorang pilot memasuki pesawat jet tempur Prancis, Rafale, di Bandara Halim Perdanakusumah, Selasa 21 Agustus 2018 (Foto: Marcheilla Ariesta).

Tujuh Rafale Prancis Terpaksa Mendarat di Aceh

Nasional indonesia-prancis
Kautsar Widya Prabowo • 18 Mei 2019 21:52
Banda Aceh: Tujuh pesawat tempur Angkatan Laut Prancis jenis Rafale terpaksa mendarat darurat di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Blangbintang, Aceh Besar. Kapal induk yang membawa pesawat tersebut di Samudra Hindia mengalami cuaca buruk.
 
Pesawat tempur Prancis mendarat di Lanud SIM, Blangbintang, Aceh Besar sekitar pukul 11.45 WIB Sabtu, 18 Mei 2019. Pesawat tersebut terpaksa mendarat karena di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat dan berada di 100 Nm barat Sumatera diselimuti cuaca buruk.
 
Sesuai prosedur penerbangan dan alasan keselamatan pesawat melaksanakan divert atau pengalihan pendaratan ke bandara atau pangkalan terdekat. Kedatangan tujuh pesawat tersebut direspons jajaran Lanud Sultan Iskandar Muda yang dipimpin Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prosedur pengamanan dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan terhadap kru pesawat tersebut. Identitas kru masing-masing yakni: Bob/Captain Adeleus Thomas (Rafale 38), Captain Duboin Jean (Rafale 39). Kemudian, Captain Dennis Pierre (Rafale 45), Captain Hetier Hubert (Rafale 6), Squid/Captain Denis Guiluame (Rafale 21), Lea/Captain Droz Bartholet (Rafale 31), dan Choco/Captain Bon Camile (Rafale 42).
 
Dari pemeriksaan yang dilakukan jajaran Lanud Sultan Iskandar Muda, diketahui pesawat sedang melaksanakan latihan udara ke udara atau exercise air to air. Rute yang dilakukan yakni kapal induk Charles De Gaule ke udara dan kembali lagi ke kapal induk.
 
Dari hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa kru tidak membawa senjata perorangan, hanya di satu pesawat dengan tail number 39 terdapat peluru kendali dummy jenis MICA atau Missile Interception Combat Arien.
 
“Kami sudah melakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku dengan tetap koordinasi dan bekerja sama pihak terkait,” ujar Kolonel Pnb Hendro Arief H dikutip Antara, Sabtu, 18 Mei 2019.
 
Informasi yang diterima dari Lanud Sultan Iskandar Muda, empat pesawat sudah kembali ke kapal induknya. Sedangkan tiga pesawat lainnya dalam pengecekan teknik di di Lanud Sultan Iskandar Muda.
 

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif