medcom.id, Solo: Gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mengganggu finalisasi merapatnya tiga partai politik pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ke kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
"Belum bisa final karena sekarang ada proses di Mahkamah Konstitusi (MK). Jadi anu (proses lagi) lagi," ungkap Jokowi di kediamannya di Jalan Kutai Utara, Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/7/2014).
Jokowi mengaku masih membuka pintu kerja sama dengan tiga parpol pendukung Prabowo-Hatta asalkan mereka bersedia bergabung tanpa syarat alias tidak mengincar kursi kabinet.
"Tapi tanpa syarat iya, tidak transaksional iya. Kerja sama yang pertama saja kami enggak beri itu, masak yang kedua kami berikan. Bisa diamuk-amuk nanti," tutur dia.
Tetapi, Jokowi enggan menyebutkan ketiga parpol tersebut.
Bagaimanapun juga, kata Jokowi, pihaknya butuh parlemen yang kuat untuk menggolkan program-program 5 tahun ke depan. Apalagi, kursi parlemen saat ini didominasi oleh partai pendukung Prabowo-Hatta.
"Dari awal sudah kami sampaikan. Tapi masak ada orang mau gabung kam ibilang enggak mau. Apapun, kami kan butuh parlemen yang kuat," katanya.
medcom.id, Solo: Gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mengganggu finalisasi merapatnya tiga partai politik pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ke kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
"Belum bisa final karena sekarang ada proses di Mahkamah Konstitusi (MK). Jadi anu (proses lagi) lagi," ungkap Jokowi di kediamannya di Jalan Kutai Utara, Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/7/2014).
Jokowi mengaku masih membuka pintu kerja sama dengan tiga parpol pendukung Prabowo-Hatta asalkan mereka bersedia bergabung tanpa syarat alias tidak mengincar kursi kabinet.
"Tapi tanpa syarat iya, tidak transaksional iya. Kerja sama yang pertama saja kami enggak beri itu, masak yang kedua kami berikan. Bisa diamuk-amuk nanti," tutur dia.
Tetapi, Jokowi enggan menyebutkan ketiga parpol tersebut.
Bagaimanapun juga, kata Jokowi, pihaknya butuh parlemen yang kuat untuk menggolkan program-program 5 tahun ke depan. Apalagi, kursi parlemen saat ini didominasi oleh partai pendukung Prabowo-Hatta.
"Dari awal sudah kami sampaikan. Tapi masak ada orang mau gabung kam ibilang enggak mau. Apapun, kami kan butuh parlemen yang kuat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HNR)