Wakasal Laksamana Madya Didit Ashaf Herdiawan saat melepas 675 personel Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SCRPB), Senin (29/12/2014).MTVN/Meilikhah.
Wakasal Laksamana Madya Didit Ashaf Herdiawan saat melepas 675 personel Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SCRPB), Senin (29/12/2014).MTVN/Meilikhah.

675 Personel Pasukan Reaksi Cepat Dikirim Cari Airasia QZ8501

Meilikhah • 29 Desember 2014 09:59
medcom.id, Jakarta: Sebanyak 675 personel Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SCRPB) dikirim ke Batam, buat mencari jejak Airasia QZ8501. Burung besi itu tiba-tiba raib ketika dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, ke Singapura, kemarin.
 
Tim reaksi cepat berasal dari tiga matra TNI: Darat, Laut, dan Udara. "Tim disiagakan bilamana ada dugaan pesawat jatuh di sekitar hutan," kata Wakasal Laksamana Madya Didit Ashaf Herdiawan usai memimpin apel pelepasan tim reaksi cepata di lapangan apel Kesatrian Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2014).
 
675 Personel Pasukan Reaksi Cepat Dikirim Cari Airasia QZ8501
MTVN/Meilikhah

Di luar tim reaksi cepat, menurut Didit, Korps Marinir juga menerjunkan 53 personel Kopaska, gabungan pasukan Denjaka dan Batalyon Infanteri Amphibi. Mereka akan difokuskan dalam operasi rubber duck dengan bantuan 4 unit sea rider dan 6 unit kapal karet.
 
"Operasi ini di bawah koordinasi Basarnas, termasuk lama operasi," terang Didit.
 
675 Personel Pasukan Reaksi Cepat Dikirim Cari Airasia QZ8501
MTVN/Meilikhah
 
Airasia QZ8501 yanng mengangkut 155 penumpang, terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 anak-anak, satu bayi, dan enam kru, dinyatakan hilang kontak setelah 42 menit mengudara dari Bandara Juanda, jam 05.35. Jejak pesawat tiba-tiba lenyap ketika berada di atas perairan di antara Pulau Karimata dan Pulau Belitung.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan