medcom.id, Jakarta: Jasad yang diduga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 akan dibawa ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Rencananya, jenazah tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa rumah sakit tersebut berlokasi di Jalan Sutan Syahrir Nomor 17 Pangkalan Bun, Selasa (30/12/2014).
Sebelumnya Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo memastikan serpihan-serpihan yang ditemukan 95 persen bagian dari badan pesawat AirAsia QZ8501. Semua benda, termasuk jasad manusia, yang ditemukan Basarnas akan dievakuasi ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Hingga saat ini sudah satu mayat yang ditemukan mengapung di lokasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Dugaan kuat mayat adalah penumpang burung besi yang hilang sejak, Minggu 28 Desember lalu.
"Penemuan mayat pada radial 230. Kalau ditarik dari titik hilang kontak itu 60 nautical mile. Arus laut datang dari tenggara, itu yang membuat dugaan kuat," kata Kadispenau Marsma TNI Hadi Tjahjanto.
medcom.id, Jakarta: Jasad yang diduga penumpang pesawat AirAsia QZ8501 akan dibawa ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Rencananya, jenazah tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa rumah sakit tersebut berlokasi di Jalan Sutan Syahrir Nomor 17 Pangkalan Bun, Selasa (30/12/2014).
Sebelumnya Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo memastikan serpihan-serpihan yang ditemukan 95 persen bagian dari badan pesawat AirAsia QZ8501. Semua benda, termasuk jasad manusia, yang ditemukan Basarnas akan dievakuasi ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Hingga saat ini sudah satu mayat yang ditemukan mengapung di lokasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Dugaan kuat mayat adalah penumpang burung besi yang hilang sejak, Minggu 28 Desember lalu.
"Penemuan mayat pada radial 230. Kalau ditarik dari titik hilang kontak itu 60
nautical mile. Arus laut datang dari tenggara, itu yang membuat dugaan kuat," kata Kadispenau Marsma TNI Hadi Tjahjanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)