Ilustrasi obat sirop (Foto: Rosemontpharma)
Ilustrasi obat sirop (Foto: Rosemontpharma)

Bertambah, Ini Daftar 5 Perusahaan Farmasi yang Langgar Ketentuan Pembuatan Obat Sirop

Patrick Pinaria • 09 November 2022 22:10
Jakarta: Pelaku pelanggaran ketentuan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di Tanah Air bertambah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut dua perusahaan farmasi tambahan melanggar ketentuan penggunaan bahan baku obat sirop.
 
Kepala BPOM RI Penny K. Lukito menjelaskan dua perusahaan farmasi tersebut terbukti memproduksi obat-obat sirop dengan kandungan bahan baku yang melebihi batas aman. Yakni Etilon Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) dari pelarut Propilen Glikol (PG), Polietilen Glikol, Sorbitol, atau Gliserin.
 
"Ada dua industri farmasi yang sudah didapat cukup bukti, yakni PT Samco Farma dan PT Subros Farma," kata Kepala BPOM RI Penny K. Lukito dalam konferensi pers di Depok, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Rabu, 9 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Penny, ambang batas bagi kandungan EG dan DEG yang ditentukan dalam pembuatan obat sirop maksimal 0,1 persen. Namun, produk obat sirop di kedua perusahaan tersebut melebihi batas tersebut.

Izin kedua perusahaan dicabut

BPOM langsung menindaklanjuti kedua perusahaan tersebut. Penny mengatakan BPOM menghentikan, menarik, dan memusnahkan produk obat sirup yang melebihi ambang batas.
 
"Penarikan mencakup seluruh gerai, dari mulai Pedagang Besar Farmasi (PBF), instalasi pemerintah, rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, toko obat, dan praktek mandiri tenaga kesehatan," lanjut Penny.
 
Adapun produk obat sirop yang ditarik BPOM dari pasaran, yakni Citomol (PT Ciubrus Farma), Citoprim (PT Ciubrus Farma), Samcodril (PT Samco Farma), dan Samconal (PT Samco Farma).
 
"Terhadap produk sirup obat lain dari PT Ciubrus Farma dan PT Samco Farma yang menggunakan pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, atau gliserin dilakukan penghentian produksi dan distribusi sampai ada hasil pemeriksaan lebih lanjut," tutur Penny. 

Lima perusahaan langgar CPOB

Dengan demikian, sudah ada lima perusahaan farmasi dipastikan melanggar CPOB. Sebelumnya, BPOM telah menetapkan tiga perusahaan farmasi yang melakukan pelanggaran itu. 
 
BPOM pun sudah mencabut Sertifikat CPOB dan menarik izin edar sejumlah produk farmasinya sebagai sanksi administratif untuk ketiga perusahaan tersebut. Ketiga perusahaan juga sudah diproses untuk penetapan pidana karena terbukti bahan baku senyawa kimia melebihi ambang batas aman.
 
"Yang dua juga sudah berproses untuk pidana, dan penetapan tersangka dalam waktu secepatnya," lanjut Penny.
 
Berikut daftar 5 perusahaan farmasi langgar CPOB:
  1. PT Yarindo Farmatama
  2. PT Universal Pharmaceutical Industries
  3. PT Afi Farma
  4. PT Samco Farma 
  5. PT Subros Farma.

Sebabkan ginjal akut pada anak

Kasus gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury/AKI) yang menyerang anak-anak kini mencapai 324 kasus per Minggu, 6 November 2022. Dari jumlah tersebut, 195 anak meninggal.
 
Kemudian, 102 anak sembuh dan 27 anak masih dirawat di rumah sakit. Ratusan anak meninggal diduga kuat akibat meminum obat sirop tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). 
 
(PAT)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif