Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

PPKM dari Sumatra hingga Papua Diperpanjang

Nasional Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 PPKM PPKM luar Jawa-Bali PPKM Diperpanjang
Yakub Pryatama Wijayaatmaja • 10 Mei 2022 17:55
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali. Perpanjangan PPKM diatur melalui Inmendagri Nomor 25 Tahun 2022 dan berlaku dari 10 hingga 23 Mei 2022.
 
Perpanjangan ini berdasarkan hasil evaluasi PPKM sebelumnya. Penambahan kasus covid-19 pascalibur lebaran masih melandai. Tidak adanya lonjakan kasus secara eksponensial.
 
"Perpanjangan PPKM kali ini kita laksanakan serentak untuk seluruh wilayah di Indonesia. Secara substansi terdapat beberapa penyesuaian di antaranya perubahan jumlah daerah di setiap level PPKM, khususnya menurunnya jumlah daerah di Level 1 dan Level 3," kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, Selasa, 10 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, kata dia, ada perubahan jam operasional tempat makan yang mulai beroperasi malam hari. Termasuk, meniadakan syarat PCR dan antigen untuk beberapa kegiatan di Jawa-Bali.
 
Menurut Safrizal, perpanjangan PPKM Jawa-Bali kali ini menunjukkan jumlah daerah yang berada di Level 1 menurun dari 29 daerah menjadi 11 daerah. Begitu pula dengan daerah di Level 3 dari 2 menjadi 1 daerah. Sebaliknya, jumlah daerah yang berada di Level 2 naik dari 97 menjadi 116 daerah.
 
Pola yang sama juga terjadi pada perpanjangan PPKM di luar Jawa-Bali. Jumlah daerah di Level 1 turun dari 131 menjadi 88 daerah. Daerah pada Level 3 juga turut menurun dari 39 menjadi 22 daerah. Sedangkan jumlah daerah yang berada di Level 2 mengalami kenaikan dari 216 menjadi 276 daerah.
 
"Menurunnya jumlah Level 1 di beberapa daerah baik di wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali menjadi warning bagi kita semua bahwa pandemi ini belum sepenuhnya berakhir, jangan sampai gelombang peningkatan kasus terjadi lagi seperti dua tahun belakangan ini," tegas Safrizal.
 
Dia menjelaskan khusus pengaturan PPKM Jawa-Bali, penyesuaian dilakukan pada jam operasional restoran/rumah makan yang mulai beroperasi pada malam hari. Fasilitas tersebut dapat beroperasi hingga pukul 02.00.
 
Baca: Berkurangnya Wilayah PPKM Level 1 Jadi Warning Covid-19 Belum Berakhir
 
Kapasitas pengunjung dibatasi hanya 75 persen untuk daerah yang masuk dalam PPKM Level 2. Namun, bagi daerah yang berada pada PPKM Level 1 dapat melayani konsumen hingga kapasitas 100 persen.
 
Kapasitas tersebut juga berlaku untuk kegiatan resepsi pernikahan, namun dengan ketentuan tidak mengadakan makan di tempat. Selain itu, dalam perpanjangan PPKM Jawa-Bali, aturan terkait syarat menunjukkan hasil negatif PCR maupun antigen untuk beberapa kegiatan ditiadakan.
 
Hal itu seperti pada pelaksanaan kompetisi olahraga baik untuk seluruh pemain, ofisial, kru media, staf pendukung, hingga penonton. Namun, seluruhnya tetap dipersyaratkan untuk mendapatkan vaksinasi minimal dosis kedua.
 
Di lain sisi, Safrizal meminta seluruh pemerintah daerah untuk tetap waspada dengan adanya potensi lonjakan kasus covid-19 setelah idulfitri.
 
"Walaupun kasus masih terpantau stabil, namun kita sadar betul bahwa inkubasi virus ini dapat mencapai 14 hari. Oleh karenanya, sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kami minta kepada seluruh pemerintah daerah terus waspada dan tetap berkonsentrasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan," tegas dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif