medcom.id, Canberra: Popularitas pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Tony Abbot merosot tajam dalam laporan dua lembaga survei. Hal ini terjadi setelah Abbott mengumumkan rencana anggarannya, yakni rencana menaikkan pajak, mengurangi tunjangan dan jasa publik demi menekan defisit negara untuk mencapai angka 49,9 miliar Dolar Australia.
"Ada beberapa keputusan sulit dalam rancangan anggaran ini, namun kami melakukannya bukan untuk membuat kami populer. Kami melakukannya agar negara kita kembali ke jalur yang benar," tutur Abbott pada sejumlah awak media, Senin (19/5/2014).
"Setiap pemerintahan yang mengajukan rancangan anggaran seperti ini biasanya mengalami penurunan dalam polling," tambah dia.
Kedua survei berskala nasional dilakukan acak melalui telepon dalam sepekan terakhir. Newspoll mensurvei 1.216 pemilih, sementara Nielsen 1.400 orang. Kedua lembaga itu memiliki margin error kurang dari tiga persen.
Petinggi Nielsel John Stirton mengatakan hasil survei ini adalah respon awal masyarakat terhadap rencana Abbott, yang dinilai mereka sebagai sesuatu yang tidak adil.
"Pemerintah harus berjuang melawan semua ini karena masyarakat mengatakan pemerintah mempunyai mandat untuk memperbaiki anggaran, namun mereka juga mungkin menyebut Abbott tidak memiliki mandat untuk melakukannya secara adil."
medcom.id, Canberra: Popularitas pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Tony Abbot merosot tajam dalam laporan dua lembaga survei. Hal ini terjadi setelah Abbott mengumumkan rencana anggarannya, yakni rencana menaikkan pajak, mengurangi tunjangan dan jasa publik demi menekan defisit negara untuk mencapai angka 49,9 miliar Dolar Australia.
"Ada beberapa keputusan sulit dalam rancangan anggaran ini, namun kami melakukannya bukan untuk membuat kami populer. Kami melakukannya agar negara kita kembali ke jalur yang benar," tutur Abbott pada sejumlah awak media, Senin (19/5/2014).
"Setiap pemerintahan yang mengajukan rancangan anggaran seperti ini biasanya mengalami penurunan dalam polling," tambah dia.
Kedua survei berskala nasional dilakukan acak melalui telepon dalam sepekan terakhir. Newspoll mensurvei 1.216 pemilih, sementara Nielsen 1.400 orang. Kedua lembaga itu memiliki margin error kurang dari tiga persen.
Petinggi Nielsel John Stirton mengatakan hasil survei ini adalah respon awal masyarakat terhadap rencana Abbott, yang dinilai mereka sebagai sesuatu yang tidak adil.
"Pemerintah harus berjuang melawan semua ini karena masyarakat mengatakan pemerintah mempunyai mandat untuk memperbaiki anggaran, namun mereka juga mungkin menyebut Abbott tidak memiliki mandat untuk melakukannya secara adil."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)