Taman Bungkul Surabaya. Surabaya.go.id
Taman Bungkul Surabaya. Surabaya.go.id

Sebelum Jadi Objek Wisata, Taman Bungkul hanyalah Permakaman Tua

Prita Daneswari • 12 Mei 2014 14:01
medcom.id: Akhir pekan lalu, nama Taman Bungkul tiba-tiba mendapat sorotan dari berbagai media Tanah Air. Amarah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini karena rusaknya tanaman di taman tersebut menyiratkan bahwa Bungkul tersebut memiliki arti khusus bagi sang wali kota bahkan warga Surabaya.
 
Padahal taman yang kini menjadi paru-paru kota sekaligus pusat berkumpulnya warga Surabaya dahulu hanyalah sebuah komplek permakaman tua. Nama Taman Bungkul sendiri diambil dari nama Mbah Bungkul yang makamnya terletak di taman tersebut. Mbah Bungkul adalah julukan untuk Ki Supo, seorang ulama di Kerajaan Majapahit (abad XV), yang juga saudara ipar Raden Rahmat atau Sunan Ampel.
 
Alkisah, semasa hidup, Ki Ageng Bungkul yang tinggal di Surabaya, pernah membuat sayembara, barang siapa berhasil memetik buah delima dari pohon di pekarangan rumahnya, si pemetik buah itu akan dinikahkan dengan putrinya, Dewi Wardah yang cantik jelita.

Pohon delima itu bukan sembarang pohon. Setiap orang yang memetik buahnya akan tewas. Tetapi rezeki berpihak kepada Raden Paku yang kemudian bergelar Sunan Giri. Secara tidak sengaja beliau lewat di bawah pohon delima yang menakutkan itu. Tiba-tiba ada buah delima yang menimpa kepalanya.
 
Raden Paku pun dinikahkan dengan Dewi Wardah. Pada kurun waktu tertentu, karena pengaruh Islam, Ki Ageng Bungkul ini digelari dengan sebutan Sunan Bungkul. Ketika meninggal, beliau disemayamkan di tempat yang kemudian dikenal dengan nama Taman Bungkul.
 
Sebelum disulap menjadi tempat wisata Kota Surabaya, Taman Bungkul merupakan komplek pemakan tua yang gelap, hampir bisa dibilang cukup angker. Kini, kesan angker sudah lenyap, justru Taman Bungkul menjadi tempat wisata yang cukup memikat. Hasil dari pelaksanaan revitalisasi, Taman Bungkul telah diresmikan dan bisa digunakan oleh masyarakat sejak April 2007.
 
Bagi para pengunjung yang ingin berziarah sembari berwisata bersama keluarga, mereka bisa berkunjung di Taman Bungkul. Para pengunjung bisa berdoa di Komplek Makam Sunan Bungkul kemudian menikmati suasana taman atau berwisata kuliner di sentra PKL yang disediakan di belakang taman.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>